dinas-pariwisata-siap-menggelar-sleman-temple-run-2020Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Sudarningsih, menjelaskan rencana Sleman Temple Run 2020 di kantor Dinas Pariwisata, Senin (7/9/2020). (istimewa)


Nila Jalasutra

Dinas Pariwisata Siap Menggelar Sleman Temple Run 2020

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman akan menggelar Sleman Temple Run tahun 2020. Penyelenggaraan Sleman Temple Run tahun kelima ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.
 

Kepala Dispar Kabupaten Sleman, Sudarningsih, mengatakan penyelenggaraan event tersebut merupakan upaya mempromosikan destinasi pariwisata sport tourism di Kabupaten Sleman yang telah memasuki tahun kelima penyelenggaraan dan akan dilaksanakan pada tanggal 27 September 2020 mendatang.
 


Baca Lainnya :

Sleman Temple Run sudah rutin dilaksanakan setiap tahunnya, dan sekarang memasuki tahun kelima bekerja sama dengan komunitas Trail Runners Yogyakarta. Dalam situasi pandemi saat ini, maka penyelenggaraan Sleman Temple Run 2020 akan dilaksanakan dengan skema penerapan protokol kesehatan yang ketat,” kata Sudarningsih kepada wartawan di Kantor Dispar Sleman, Senin (7/9/2020).
 

Sudarningsih juga menjelaskan, penyelenggaraan event lari tersebut tetap dilaksanakan dan telah mendapatkan rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman.
 


Baca Lainnya :

Sedangkan Ketua Panitia Sleman Temple Run, Ramdhan Kresnawan Handarto, menginformasikan telah terdaftar 560 peserta yang akan ikut serta dalam kegiatan event lari ini. Itu merupakan jumlah akhir dari peserta setelah dilakukan pembatasan kuota pendaftar.
 

“Ada sebanyak 560 peserta yang telah terdaftar dan memenuhi kuota dan juga diikuti oleh peserta dalam dan luar negeri,” jelasnya.
 

Ramdhan juga menuturkan, dalam pelaksanaannya akan diterapkan protokol kesehatan ketat dari mulai kelengkapan peserta yaitu diharuskan menggunakan masker dan sarung tangan sampai dengan teknis pelaksanaan yaitu dilakukan pembatasan setiap start sebanyak 20 orang per sesi dengan jeda waktu 1 menit.
 

Ketentuan lain, dalam pelaksanaan teknis event lari ini juga mengharuskan para peserta menjaga jarak dengan peserta lainnya yaitu 1,5 meter.
 

Penerapan protokol kesehatan juga berlaku dalam hal lainnya, yaitu pemeriksaan suhu badan dengan suhu maksimal 37.3 derajat Celcius, serta mewajibkan setiap peserta membawa hasil rapid test (non-reaktif) dan surat keterangan sehat.
 

Sementara kompetisi lari ini dibagi menjadi beberapa kategori yaitu 7K, 13K, 25K dan kategori master dengan batasan usia 40 tahun ke atas yang akan memperebutkan total keseluruhan hadiah sebesar Rp 176 juta.
 

Adapun untuk rute yang akan dilalui yaitu akan dimulai dan diakhiri di Candi Banyunibo. Selain itu juga beberapa rute yang akan dilalui yaitu Umbulsari, Watu Balik, Candi Ijo, Candi Miri, Spot Riyadi, Candi Sojiwan, Candi Ratu Boko dan Candi Barong. (*)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini