tebing-breksi-masih-jadi-favorit-kunjungan-wisata-saat-pandemi-covid19Tebing Breksi Prambanan tetap menjadi destinasi wisata favorit di Sleman pada masa pandemi Covid-19. (nila jalasutra/koranbernas.id)


Nila Jalasutra

Tebing Breksi Masih Jadi Favorit Kunjungan Wisata Saat Pandemi Covid-19

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Berdasar pengamatan Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sleman pada 10 destinasi di Kabupaten Sleman tanggal 20 Agustus 2020 total ada 4.854 kunjungan. Bila dibandingkan dengan kunjungan pada tanggal 13 Avustus 2020 terdapat kenaikan 433,78% (1.119 kunjungan).

Sementara untuk kunjungan tanggal 21 Agustus 2020, total 3.501 kunjungan. Bila dibandingkan dengan kunjungan pada tanggal 14 Agustus 2020 ada kenaikan 325,67% (1.075 kunjungan).


Baca Lainnya :

"Destinasi favorit yang banyak dikunjungi selama libur bulan Agustus ini adalah Tebing Breksi dengan total kunjungan periode 20-21 Agustus 2020 adalah sebanyak 3.781 kunjungan," kata Sudarningsih, Kepala Dispar Sleman kepada koranbernas.id, Sabtu (22/8/2020).

Menurut Sudarningsih, pihaknya juga tidak terputus terus meminta kepada pengelola destinasi pariwisata dan juga usaha jasa pariwisata untuk selalu memastikan operasional, baik dari sisi manajemen karyawan maupun dalam memberikan pelayanan tamu, dapat secara konsisten menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19.


Baca Lainnya :

"Perlindungan untuk tamu, operator, dan lingkungan penting dilakukan secara pararel dengan upaya bergeraknya sektor pariwisata," tutur Sudarningsih.

Upaya pelaku pariwisata, lanjutnya, juga harus didukung dengan perilaku wisatawan yang untuk saat ini seharusnya sudah sadar betul terkait kebiasaan baru yang harus dilakukan terkait pencegahan Covid-19, seperti selalu memakai masker di ruang-ruang publik secara baik dan benar, menerapkan etika batuk dan bersih, selalu menjaga jarak 1,5 meter, menghindari kerumunan di dalam obyek wisata dan sebagainya.

Jika pengelolaan manajemen dan perilaku wisatawan dapat bersinergi baik, tentunya sangat positif untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19 dan bergeraknya sektor pariwisata.

Sudarningsih menambahkan, pengelola wajib memperingatkan wisatawan yang tidak mau mematuhi protokol kesehatan atau bahkan menolak wisatawan yang akan masuk jika membandel tidak bersedia mengikuti protokol kesehatan. Upaya tegas ini utk memberi kenyamanan dan keamanan publik dari risiko penyebaran Covid-19. (eru)



SHARE

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini