Selasa, 24 Mei 2022,


-kesadaran-masyarakat-waspadai-kanker-masih-rendahPengurus YKI Cabang Sleman periode 2021-2026 yang baru dilantik foto bersama Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo dan GKR Hemas, Sabtu (15/1/2022). (istimewa)


Nila Hastuti
Kesadaran Masyarakat Waspadai Kanker Masih Rendah

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menghadiri pelantikan pengurus Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Kabupaten Sleman Periode 2021-2026, Sabtu (15/1/2022) di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sleman. Pelantikan dilakukan oleh Ketua YKI Cabang Koordinator DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas. Sebagai Ketua YKI Cabang Sleman periode 2021-2026 adalah Drs Sri Purnomo MSi.


Bupati Kustini mengharapkan kepada seluruh pengurus YKI Cabang Kabupaten Sleman yang baru saja dilantik agar semakin gencar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mewaspadai dan melakkan deteksi dini penyakit kanker. Sebab menurutnya saat ini penyakit kanker menjadi salah satu penyakit yang menakutkan bagi sebagian masyarakat.


"Di sinilah YKI Cabang Kabupaten Sleman dituntut untuk mampu memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan rutin secara berkala sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini kanker. Kasus kanker yang ditemukan pada stadium dini serta mendapatkan pengobatan yang cepat dan tepat akan memberikan kesembuhan dan harapan hidup yang lebih lama," papar Kustini.

Kustini mengatakan bahwa Pemkab Sleman telah memiliki sejumlah peraturan dan kebijakan dalam mendukung penanggulangan kanker. Diantaranya Peraturan Bupati Sleman Nomor 42 Tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Sleman juga memiliki Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. Disamping itu Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah menerbitkan Instruksi Bupati Sleman Nomor 35 Tahun 2021 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.


Senada dengan yang disampaikan Bupati Sleman, ketua YKI Cabang Sleman yang baru saja dilantik, Sri Purnomo menyebutkan bahwa kanker merupakan fenomena yang ditakuti oleh masyarakat di seluruh dunia. Terlebih, menurutnya kanker tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tapi juga anak-anak.

"Saat ini ada 12 juta orang di dunia menderita kanker, dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut diprediksi naik pada tahun 2030 dengan jumlah penderita kanker sebanyak 26 juta, dan 17 juta diantaranya meninggal dunia," kata Sri Purnomo.

Maka menurutnya perlu melakukan edukasi kepada masyarakat untuk hidup sehat sebagai upaya pencegahan penyakit kanker sejak dini. Hal ini selaras dengan tujuan YKI dalam penanggulangan kanker, yakni promotif, preventif, supportif. (*)

 



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini