Jumat, 17 Sep 2021,


-siswa-juara-penulisan-naskah-jawa-diundang-bupati-purworejoRafi Rahman, pemenang 10 Karya Terbaik Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara Audio/Radio Berbahasa Jawa tingkat Nasional yang diadakan Dinas Kebudayaan Provinsi DIY.


Wahyu Nur Asmani EW
Siswa Juara Penulisan Naskah Jawa Diundang Bupati Purworejo

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Rafi Rahman, salah satu siswa SMA Negeri 1 Purworejo, mendapat apresiasi dari Bupati Purworejo, Agus Bastian, lantaran memenangkan sayembara berbahasa Jawa. Rafi Rahman berhasil memenangkan Sayembara Penulisan Naskah Sandiwara Audio/Radio Berbahasa Jawa tingkat Nasional yang diadakan Dinas Kebudayaan Provinsi DIY.


Karya tulisnya masuk 10 karya terbaik, atas prestasinya itu, Bupati Purworejo memberikan apresiasi dan mengundang Rafi untuk bertemu dengannya di rumah dinas Bupati, Selasa (14/09/2021).


Bupati merasa bangga karena ada siswa Purworejo yang mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di luar daerah. Apalagi lomba yang diikuti cukup unik, dan karya terbaik ini telah diputar di radio-radio di DIY sehingga cukup membanggakan.

"Saya saja tahu ini dari teman saya di Jogja, yang ngabari kalau ada siswa dari Purworejo yang karyanya masuk dalam 10 karya terbaik. Waktu itu saya kaget dan bangga sekali. Jadi, hari ini saya undang Mas Rafi untuk bertemu saya," ungkap Bupati, Selasa (14/9/2021) siang.


Agus Bastian mengatakan, karya yang dihasilkan adalah karya berbahasa Jawa yang sekarang ini memang kelestariannya makin tergerus zaman, sehingga perlu adanya upaya untuk melestarikan atau nguri-uri. Salah satunya dengan membuat event yang berbasis bahasa Jawa, agar nantinya anak cucu kita tidak kehilangan jatidiri.

"Saya berharap Mas Rafi untuk terus semangat berkarya, tularkan semangat kepada teman-temannya. Sehingga Purworejo ini akan gumregah karena generasi penerusnya mampu menghargai bahasa dan budaya yang adiluhung," harapnya.

Sementara itu, Rafi mengungkapkan, membuat karya tulis berbasa Jawa adalah salah satu kesukaanya. Khusus untuk ajang sayembara ini, dirinya berusaha memilih tema yang kekinian, dan walaupun itu berupa karangan namun dirinya berusaha agar alurnya relevan dengan kehidupan sehari-hari.

"Tema karya saya judulnya Bapakku Pasukan Kuning, di situ ada kisah bullying yang dialami, ada nilai-nilai sosial juga. Saya sih berharap cerita ini mampu memotivasi kita semua agar mampu saling menghargai menjaga toleransi antar sesama," katanya. (*)

 


TAGS: #purworejo 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini