Jumat, 03 Des 2021,


15-ribu-pemilik-rumah-dibantu-pasang-listrik-gratis-dprd-jateng-minta-harus-merataKunjungan kerja Komisi D DPRD Jateng dalam rangka pantauan program listrik murah di Desa Dawungan Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen. (istimewa/Dokumentasi Humas DPRD Jateng)


Bekti Maharani
15 Ribu Pemilik Rumah Dibantu Pasang Listrik Gratis, DPRD Jateng Minta Harus Merata

SHARE




KORANBERNAS.ID, SEMARANG -- Komisi D DPRD Jawa Tengah (Jateng) memantau langsung pelaksanaan program listrik murah dari pemerintah.


Bantuan berupa sambungan listrik gratis atau listrik murah itu diberikan untuk 15 ribu rumah di berbagai daerah di Jateng seperti Sragen, Banyumas, Wonogiri, Cilacap, Pati, Kebumen, Blora, Rembang.

Progres pekerjaan masih berlangsung hingga akhir tahun. Untuk itu, Komisi D DPRD memantau langsung sejauh mana program berjalan secara merata.


Salah satu lokasi yang dituju adalah Desa Dawungan Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen. Ternyata saat di lapangan ditemukan beberapa kendala pemasangan listrik murah yang dihadapi warga.

Ketua Komisi D DPRD Jateng, Alwin Basrie, menyatakan secara umum program listrik murah terlaksana dengan baik. Sedangkan kendala yang ada tetap dicarikan solusi terbaik oleh lembaga terkait.

“Diharapkan program listrik murah bisa membantu kebutuhan masyarakat sesuai dengan Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), meski ditemukan beberapa kendala," kata Alwin Basri di ruang kerjanya, Rabu (3/11/2021).

Jajaran Dinas ESDM Kabupaten Sragen mengakui ada kendala lampu dan bantuan yang didapat belum bisa merata ke semua warga yang memperoleh listrik murah.

Bantuan pemasangan listrik yang didapat hanya untuk dua lampu dan 1 stop contact saja dalam satu titik. Selain itu, di Desa Dawungan terdaftar Sembilan nama warga sebagai penerima bantuan tapi baru enam yang mendapatkannya.

“Hal itu terjadi kemungkinan karena ada NIK yang sudah digunakan, atau pernah dipinjam, saat ini juga sedang dicek dan dicarikan jalan keluarnya," jelas Wahyu dari Dinas ESDM Sragen, saat menerima kunjungan Komisi D awal pekan ini.

Dijelaskan, PLN yang memutuskan siapa yang mendapat bantuan listrik murah. "Sedangkan pemeliharaan pemasangan listrik dilakukan selama enam bulan,” sambung Wahyu.

Komisi D berharap ke depan bantuan listrik murah untuk warga yang terdata dalam DTKS, bisa dinaikkan dayanya, agar tidak terbatas satu titik hanya dua lampu.

“Semoga bantuan itu bermanfaat bagi warga yang benar-benar tidak mampu, yang belum ada listrik di rumahnya karena listrik penting untuk kehidupan,” tambah Albertus Agung Satria Hermawan, anggota Komisi D lainnya.

Anggota DPRD Jateng melihat langsung kondisi salah satu rumah yang pemiliknya penerima bantuan listrik murah. (istimewa/Dokumentasi Humas DPRD Jateng)

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jateng Sujarwanto Dwiatmoko sebelumnya menjelaskan program listrik murah ditujukan untuk membantu rumah warga miskin, sekaligus mendorong perekonomian masyarakat yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Tahun ini akan dipasang 15 ribu sambungan listrik. Pihaknya tetap akan memproyeksikan sampai akhir tahun 2021 untuk bekerja keras mewujudkannya.

“Optimisnya terpasang 10 ribu (sambungan listrik). Karena tahun ini sepertinya kita pasang 15 ribu tapi ternyata banyak yang sudah mulai pasang sendiri,” sambungnya.

Berkurangnya rencana pemasangan sambungan listrik juga akibat faktor lain seperti pemilik rumah yang sudah meninggal, dan lain sebagainya.

Pemasangan sambungan listrik ini diharapkan berdampak pada peningkatan produktivitas hingga kesejahteraan keluarga. Masyarakat bisa melakukan aktivitas produktif seperti menjahit, membuat kerajinan dan kuliner. (*)


TAGS: DPRD  Jateng 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini