air-memancar-bersamaan-acara-pelantikan-anggota-polriPelantikan bintara Polri dan peresmin jaringan sumur baku di SPN Polda DIY, Selopamioro, Imogiri, Bantul, oleh Kapolda Irjen Pol Asep Suhendar, Senin (28/6/2021). (istimewa)


Sariyati Wijaya
Air Memancar Bersamaan Acara Pelantikan Anggota Polri

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Suasana haru, bahagia dan lega nampak terpancar dari raut wajah 259 siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda DIY yang  dilantik sebagai anggota polisi dengan pangkat brigadir dua (bripda), Senin (28/6/2021), oleh Kapolda DIY, Irjen Pol Asep Suhendar.


Mereka menjalani pendidikan di SPN yang terletak di Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Bantul, selama 7 bulan seja November 2020. Adapun lulusan tersebut bersumber dari bintara umum, bintara rekrutmen pro aktif dan bintara kompetisi khusus seperti pelayaran, olahraga, musik dan penyidik pembantu.


Saat pelantikan diberikan penghargaan bagi 3 lulusan bintara remaja terbaik, penghargaan bintara cendekia kepada Bripda Ganjar Suci Firmanto, bintara trengginas kepada Bripda Hafizh Ma’ruf, lulusan tertabah Bripda Yosi Tri Aprian dan juara umum Bripda Yosi Tri Aprian.

Acara tersebut juga dibarengi dengan peresmian sumur jaringan baku inisiatif Kepala SPN, Kombes Pol Sonny Mahar Budi, bekerja sama dengan BBBWS Serayu-Opak.


Dengan memancarnya air dari sumur yang dibangun sejak tiga bulan silam tersebut, maka kini air bukan lagi kendala bagi siswa ataupun personil yang mengampu di SPN maupun  warga sekitar.

Bukan hanya air  besih yang berlimpah, namun juga dilakukan pengolahan menggunakan mesin modern RO-Quantum menjadi air minum dengan merk “Selo Tirta”. Minuman ini selain dikonsumsi oleh keluarga besar SPN, juga dibagikan kepada warga sekitar.

“Tentu adanya sumur dan pengolahan air ini besar mafaatnya bagi para siswa dan seluruh jajaran SPN. Dan secara luas  masyarakat di sekitar sini,” kata Kapolda DIY.

Pelantikan tersebut, lanjut Kapolda  saat membacakan sambutan Kapolri, bukanlah akhir dari perjuangan. Namun awal pengabdian sebagai insan Bhayangkara.

“Maka pendidikan yang singkat ini belum cukup untuk membentuk petugas lapangan yang handal dan cakap. Untuk itu diperlukan upaya pengembangan diri secara terus menerus dan berkelanjutan melalui proses belajar dari pengalaman, maupun melibatkan diri pada berbagai kegiatan operasional guna menambah wawasan dan meningkatkan keterampilan,”katanya.

Sementara kepala SPN mengatakan pembuatan sumur  dilatar belakangi dengan sulitnya mendapat air bersih di SPN Polda DIY karena lokasi sekolah calon bintara Polri tersebut berada di area  pegunungan. Selama ini mereka mengandalkan pasokan air dari PDAM.

“Dengan segala keterbatasan dan kendala itulah, kemudian kami berinisiatif membuat sumur yang diresmikan hari ini,” katanya.

Salah satu pelatih, Ipda Winardi, mengatakan dengan dibangunya sumur tersebut sangat membantu bagi mereka, termasuk para siswa.

“Selama ini kita sangat tergantung dari aliran PDAM. Dengan adanya sumur bur maka air bersih kita melimpah ruah. Ini sangat kita syukuri. Selain pelantikan para siswa, hari ini kita juga menikmati sebuah anugerah, air dari sumur yang memancar kuat untuk kita semua,” katanya sumringah. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini