aksi-dalang-cilik-ramaikan-gugah-budaya-di-condong-caturDalang cilik ikut tampil mengisi acara Gugah Budaya di Kalurahan Condong Catur, Kamis (17/11/2022). (istimewa)


Siaran Pers
Aksi Dalang Cilik Ramaikan Gugah Budaya di Condong Catur

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN--Dua dalang cilik dari Sanggar Pedalangan Mekar Budaya, meramaikan gelaran Gugah Budaya dalam rangka Hari Jadi ke-76 Kalurahan Condong Catur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (17/11/2022).


Mereka tampil memukau memainkan wayang kancil. Tak kalah menarik, tampil juga 3 dalang cilik lainnya yang mementaskan wayang purwa.


Ketiga dalang tersebut, berasal dari Sanggar Pedalangan Mekar Budaya (Drono, Tridadi Sleman ). Penampilan mereka diiringi dengan sangat baik oleh karawitan anak dari Sanggar Sunu Aji Budaya (Ketingan, Tirtoadi, Sleman).

“Kami sangat senang, anak-anak kami mendapat ruang untuk unjuk kebolehan. Biasanya mereka memainkan wayang di sanggar. Jadi kalau sekarang mendapat kesempatan tampil di ruang publik, tentu akan sangat membantu mereka mengasah kemampuan,” kata Ketua Sanggar Sunu Aji Budaya Harjana, dalam rilisnya, Kamis (17/11/2022) malam.


Dikatakan, anak-anak sanggar yang ia kelola, tampil bersama dengan anak-anak lain dari sejumlah sanggar yang ada di wilayah Condong Catur. Hal ini, juga akan menambah pengalaman mereka, karena bisa tampil dalam satu acara.

Diakui Harjana, mengajarkan skill mendalang dan karawitan-bagian kecil dari budaya leluhur bangsa-bukanlah hal mudah. Apalagi mengajatkannya kepada anak-anak yang masih usia dini. Namun ia meyakini, dengan kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan, upaya untuk melestarikan budaya bangsa ini akan jauh lebih maksimal.

“Contohnya seperti yang dilakukan Kalurahan Condong Catur, yang memberikan ruang untuk anak-anak pentas ini,” lanjutnya.

Bagi penggerak seni budaya seperti sanggar, upaya Kelurahan Condong Catur ini ikut mendukung aktualisasi diri bagi anak-anak usia sekolah dan remaja untuk menampilkan kepiawaiannya dalam mengembangkan minat dan bakat.

Selain itu, keberpihakan ini, berarti juga ikut melestarikan sanggar pedalangan dan karawitan yang eksistensi keberadaannya sulit di tengah abad 21 ini.

Barisan sinden cilik, mengiringi aksi dalang cilik. (istimewa) 

Padahal, di Abad 21 ini, keterampilan sangat diperlukan untuk menjawab tantangan masa depan. Seperti character (karakter), citizenship (kewarganegaraan), critical thinking (berpikir kritis), creativity (kreatif), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi).

Maryani, salah satu orangtua juga mengaku senang, anaknya bisa tampil di Gugah Budaya Kalurahan Condong Catur ini.

Maryani mengaku sangat mendukung aktivitas anaknya yang berlatih di sanggar. Selain untuk memberikan bekal dan menyalurkan hobi serta bakat anak, kegiatan ini baginya juga sangat positif.

“Setidaknya, anak saya punya aktivitas pelengkap selain belajar di sekolah. Hitung-hitung mengisi waktu untuk kegiatan positif ketimbang habis dipakai untuk main ponsel. Dengan pentas semacam ini, anak-anak juga akan belajar dan melatih kepercayaan diri serta tanggung jawab,” kata Maryani

Orangtua lainnya, Didik mengatakan rasa bangganya dengan adanya acara ini. Selain dapat mengapresiasi bakat dan minat anak sebagai bagian dari potensi daerah, juga menambah semangat anak-anak dalam berlatih di sanggar bersama kawan-kawannya.

Hal senada diungkapkan Fatma guru SD Negeri 2 Dukuh Sleman. Ia mengatakan, belajar di sanggar dan sesekali pentas di luar sanggar, akan mendorong keterampilan anak dan mengasah kemampuan berbicara dan berpikir kritis anak. Ini akan berjalan dan berkembang seiring dengan cerita/ lakon yang dimainkan.

“Artinya adalah, bahwa mengetahui secara dini minat dan bakat anak itu akan lebih baik sehingga orang tua mampu mengarahkannya. Keterampilan berbicara ini akan berdampak positif bagi kehidupan anak di masyarakat. Saya sanang, meskipun anak saya sendiri tidak bisa ikut tampil karena sedang kurang sehat,” ujarnya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini