alumni-ugm-nyatakan-kepemimpinan-jokowi-layak-dilanjutkanIr Budi Setiyono MM didampingi Rivai Hakimmenyampaikan keterangan pers di UC UGM, Jumat (14/12/2018). (sholihul hadi/koranbernas.id)


sholihul
Alumni UGM Nyatakan Kepemimpinan Jokowi Layak Dilanjutkan

SHARE

KORANBERNAS.ID – Koordinator Alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, Ir Budi Setiyono MM, menyatakan kepemimpinan Presiden Joko Widodo layak dilanjutkan.


Pernyataan ini disampaikannya di hadapan media, Jumat (14/12/2018) di UC UGM, sehubungan diselenggarakannya kegiatan bakti sosial alumni universitas itu, Sabtu (15/12/2018), di Dukuh Gondanglutung Desa Donoharjo Ngaglik Sleman.

  • Ganja dan Pil Koplo Marak Sepanjang Tahun 2018
  • Lawan Jerawat dengan Terapi IPL

  • “Kami para alumni dan relawan  bersama-sama merangkul masyarakat untuk mendukung Jokowi melanjutkan kepemimpinannya di periode mendatang,” ujar Budi Setiyono yang juga koordinator acara bakti sosial.

    Kerja nyata Presiden Jokowi selama ini telah membawa dampak nyata berupa pembangunan dan kesejahteraan bagi bangsa dan negara.

  • Saat Gareng Pegang Gagang Mikrofon
  • Sering Banjir, Gorong-gorong Jatinom Dibongkar

  • Didampingi Rivai Hakim selaku ketua panitia bakti sosial, lebih lanjut Budi menyampaikan memang tahun ini adalah tahun politik, namun demikian alumni UGM membatasi diri tidak masuk ranah politik. “Alumni hanya melakukan gerakan moral,” kata dia.

    Karena itu, acara bakti sosial tidak diisi pidato politik melainkan fokus pada kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, antara lain pasar sembako murah, pemeriksaan kesehatan gratis, kerja bakti serta pentas kesenian rakyat.

    Dengan dukungan para alumni UGM, relawan serta masyarakat sekitar, alumnus Fakultas Kehutanan UGM ini menyebutkan sekitar 500-an peserta hadir pada acara bakti sosial.

    “Hal ini merupakan wujud sinergitas yang bagus dari para alumni dan relawan untuk bersama-sama melaksanakan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.

    Alasan memilih acara bakti sosial di pedesaan, lanjut dia, selain untuk nguri-uri desa dan merangkul masyarakat, juga menghadirkan nuansa yang merakyat.

    Ini sejalan dengan Tridharma Perguruan Tinggi yang pernah diajarkan kepada para alumni selama kuliah di Kampus Kerakyatan.

    “Sebagai alumni Kampus Ndesa, kita ingin mendekatkan diri ke masyarakat. Alumni UGM akan selalu bangga karena pak Jokowi adalah sabahat kita. Pak Jokowi angkatan 1980, adik kelas saya. Saya angkatan 1979,” ungkapnya.

    Budi menegaskan, suasana pesta rakyat berusaha dihadirkan pada acara tersebut. “Pemilu adalah pesta demokrasi, suasananya riang gembira, gotong royong dan saling menghormati satu sama lain,” ucap Budi Setiyono.

    Suasana gembira, guyub dan menjalin paseduluran dengan siapa saja sudah menjadi ciri khas alumni UGM. “Mereka dilahirkan dari Kampus Kerakyatan, Kampus Ndesa, sehingga sudah terbiasa berbuat yang kongkret dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

    Budi melihat, dalam konteks pemilu hal ini sekaligus menjadi sarana untuk mengedukasi masyarakat, pesta demokrasi 17 April 2019 harus berlangsung dengan guyub, rukun, gotong royong dan saling menghormati satu sama lain, begitu pun setelah pemilu usai. (sol)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini