Jumat, 03 Des 2021,


anggota-dpr-ri-gandung-pardiman-tolak-wacana-pembubaran-muiAnggota DPR/MPR RI Gandung Pardiman saat sosialisasi 4 Pilar di Imogiri Bantul. (istimewa)


Siaran Pers
Anggota DPR RI Gandung Pardiman Tolak Wacana Pembubaran MUI

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Anggota DPR/MPR RI dari Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan DIY, Gandung Pardiman, tegas menolak tuntutan pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang beredar di sosial media dengan adanya tagar Bubarkan MUI.


Tagar itu muncul setelah Densus 88 menangkap seorang pengurus MUI yakni anggota Komisi Fatwa MUI Zain An Najah terkait dugaan terorisme.


“Usir tikusnya tapi jangan bakar rumahnya,” kata Gandung pada acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Graha GPC Karangtengah Imogiri Bantul, Minggu (21/11/2021).

Gandung Pardiman mengatakan Majelis Ulama Indonesia adalah warisan dari Presiden Soeharto dengan tujuan menyatukan ulama. Peran MUI sampai sekarang ini bagi bangsa dan negara Indonesia sangat besar. Jika MUI dibubarkan maka terjadi kegaduhan yang luar biasa. “Saya yakin kalau sampai MUI dibubarkan akan terjadi kegaduhan,” ujarnya.


Menurut dia, apabila ada anggota yang separatis ataupun teroris, singkirkan orangnya dan jangan gegabah membubarkan lembaganya. “Kalau ada tikus separatis atau teroris ya diusir jangan terus membakar rumahnya,” tegas Gandung di hadapan ratusan warga Bantul peserta sosialisasi.

Gandung menginginkan Majelis Ulama Indonesia diisi oleh ulama yang klasifikasinya betul-betul kelas ulama bukan kelas ustad picisan. “Ustad picisan itu mau memberikan dakwah atau ceramah saja ada hitung-hitungan honor, wani pira,” kata dia.

Sedangkan ulama yang betul-betul ulama adalah orang  menghayati betul detail-detail keagamaan yang benar bukan berdasarkan pada materi atau honor. Ulama pasti memiliki wawasan kebangsaan berdasarkan Pancasila. “Yakni ulama yang Pancasilais bukan ulama yang ingin memperjuangkan khilafah,” ungkapnya.

Lembaga MUI masih sangat dibutuhkan oleh bangsa dan negara Indonesia untuk membina umat. Apalagi di dalam organisasi itu terdapat banyak tokoh yang berkompeten. MUI sebagai wadah berhimpunnya ormas-ormas Islam masih sangat dibutuhkan.

Jika ada tuduhan MUI terpapar terorisme, menurut Gandung, sangat tidak berdasar. Sebab  MUI sendiri telah menetapkan fatwa Nomor 3 Tahun 2004 tentang terorisme.

“Jadi jelas kemarin yang ditangkap oleh Densus tidak ada kaitannya dengan MUI. Sekali lagi saya tegaskan, masak di rumah ada tikus terus rumahnya dibakar. Jelas ini tidak masuk akal," terangnya.

MUI berkontribusi menjaga umat dan nilai-nilai luhur agama bagi kehidupan bermasyarakat. Termasuk nilai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila.

“Mari kita galakkan gerakan Selamatkan MUI . Saya menduga yang menyerukan bubarkan MUI berideologi komunis. Sebab selama ini ulama adalah musuh komunis,” tandasnya. (*)


TAGS: Imogiri  Bantul 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini