Jumat, 23 Okt 2020,


antisipasi-penyebaran-covid19-wisuda-janabadra-pun-kini-lantaturRektor UJB, Edy Sriyono mewisuda para lulusan di kampus setempat, Sabtu (29/8/2020). (yvestaputu sastrosoendjojo/koranbernas.id)


Redaktur

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Wisuda Janabadra pun Kini Lantatur


SHARE

KORANBERNAS.ID, JOGJA—Raut muka Triana Purnama berseri-seri. Mengenakan toga dan baju wisuda, mahasiswa Program Studi (prodi) Manajemen Universitas Janabadra Yogyakarta (UJB) tersebut menjadi satu dari 245 mahasiswa kampus tersebut yang akhirnya bisa merayakan wisuda secara tatap muka di kampus setempat, Sabtu (29/8/2020).

Meski harus mentaati protokol kesehatan secara ketat, termasuk mengenakan masker dan jaga jarak serta wisuda yang dilakukan dalam beberapa shift selama tiga hari terakhir, Purnama sangat bahagia bisa berfoto bersama keluarganya mengenakan toga dan baju wisuda di salah satu hari pentingnya tersebut. Bahkan bila harus wisuda secara drive-thru atau layanan tanpa turun (lantatur) di kampus untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19.


Baca Lainnya :

“Rasanya campur aduk, tapi yang pasti sangat bahagia. Disaat beberapa teman kampus lain harus wisuda secara daring, saya bisa wisuda seperti biasanya. Bersyukur sekali meskipun ada banyak keterbatasan,” ujarnya.

Berdandan sejak subuh pun, tak membuat Purnama keberatan. Hal itu hanya jadi bagian kecil lika-likunya untuk bisa lulus di masa pandemic Covid-19 ini. Bilamana tidak, mahasiswa angkatan 2014 tersebut seharusnya bisa wisuda pada April 2020 lalu. Namun karena pandemi, dia harus menguburkan rencananya tersebut.


Baca Lainnya :

Karenanya begitu kampus memberikan informasi ada wisuda secara luring meski ada protokol ketat, dia merasa sangat antusias. Meski saat wisuda dia tak mengajak ibunya untuk datang untuk menghindari kerumunan.

“Saya diantar teman ke wisuda ini. Walaupun  ada protokol ketat tapi kan ibu saya sudah sepuh(tua-red). Jadi lebih baik saya wisuda di kampus kemudian saat pulang bisa berfoto bersama ibu,” ungkapnya.

Rektor UJB, Edy Sriyono mengungkapkan pandemi Covid-19 yang tidak menentu ini mengakselerasi sesuatu yang sebenarnya sudah terlihat gejalanya sebelum pandemi. Misalnya transformasi digital di sektor pendidikan.

“Sebelum covid-19, kita sudah sering mendiskusikan gagasan tentang online learning dan digital campus. Akan tetapi setelah datangnya covid-19, mau tidak mau kita harus melakukannya. Tua, muda, milenial maupun colonial mau tidak mau harus terlibat dalam transformasi digital ini,” ungkapnya.

Covid-19, lanjut Edy juga mengajarkan tentang hidup yang tidak bisa diprediksi. Tahun lalu UJB sudah merencanakan segala sesuatu sepanjang 2020. Namun datangnya wabah membuyarkan semua rencana.

Untuk itu semuanya tidak lagi bisa berpikir linier. Tak jarang kita harus melakukan pivot, mengubah haluan dan mencari jalan baru serta mengeksplorasi peluang yang belum pernah terpikirkan sebelumnya.

Pandemi Covid-19 ini juga akhirnya menunjukkan bahwa kepemimpinan di era yang penuh ketidakpastian menjadi relevan. Kepemimpinan yang baik dan kuat sangat diperlukan karena keputusan diluar pakem harus dilakukan.

“Dalam kondisi yang serba tidak ideal ini kita sadar akan pentingnya proses pembelajaran,” imbuhnya.(yve)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini