Jumat, 17 Sep 2021,


asn-diminta-jadi-teladan-protokol-kesehatanBupati Purworejo Agus Bastian memimpin Rapat Koordinasi PPKM Level 4. (istimewa)


Wahyu Nur Asmani EW
ASN Diminta Jadi Teladan Protokol Kesehatan

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO – Menindaklanjuti perpanjangan PPKM level 4 pada 3-9 Agustus 2021 serta Instruksi Mendagri No 27 Tahun 2021, Bupati Purworejo Agus Bastian mengeluarkan instruksi Nomor 5250 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4 Corona Virus Disease 2019 di Kabupaten Purworejo.


Dalam instruksi tersebut, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Aparat Pemerintah Desa/Kelurahan diwajibkan menjadi teladan dan pelopor protokol kesehatan (prokes) di dalam atau di luar kedinasan. Mereka tidak menyelenggarakan atau menghadiri kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.


“ASN dan Aparat Pemerintah Desa/Kelurahan tidak boleh melakukan kunjungan atau studi banding ke luar daerah atau sebaliknya menerima studi banding dari luar daerah zona merah. Kemudian, aktif mengingatkan masyarakat  menghindari kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” kata bupati pada Rapat Koordinasi Evaluasi PPKM Level 4 di Ruang Bagelen Setda Purworejo, Selasa (3/8/2021).

Instruksi terbaru ini hampir sama dengan instruksi sebelumnya, namun ada tambahan penekanan aturan terkait sikap ASN dan Aparat Pemerintah Desa/Kelurahan. Hal itu karena ASN dan Aparat Pemerintah Desa/Kelurahan belum dapat menjadi teladan yang baik sebagaimana mestinya.


“Hajatan atau resepsi pernikahan dari pantauan dan laporan yang ada, masih cukup tinggi bahkan kepala desa dan perangkat desa belum dapat menjadi teladan yang baik bagi masyarakat,” kata bupati melalui siaran pers Humas dan Protokol Setda Kabupaten Purworejo, Rabu (4/8/2021).

Menurut bupati, penambahan terkonfirmasi positif masih fluktuaktif. Pasien sembuh sudah cukup banyak, sehingga angka positif aktif di bawah seribu yaitu 718 orang.

Namun angka kematian juga fluktuaktif. Pada Juli saja jumlah kematian pasien terkonfirmasi Covid-19 mencapai 358 orang. Kematian tersebut disebabkan beberapa faktor, seperti adanya komorbid atau penyakit penyerta dan juga keterlambatan pasien dibawa ke rumah sakit.

“Dari hasil laporan yang saya terima, secara kumulatif selama ini ada 37 orang yang meninggal saat isolasi mandiri dirumah. Perlu adanya monitoring pengawasan dari jogo tonggo dan bidan desa bagi yang isolasi mandiri di rumah,” katanya.

Tingkat keterisian tempat tidur (BOR) trend-nya semakin menurun. Ini menandakan yang sakit dan harus dirawat semakin berkurang. Ketersediaan oksigen tetap aman walaupun ada titik-titik kritis namun dapat segera terpenuhi.

“PJU mulai tadi malam sudah mulai dihidupkan kembali, bukan karena sudah berakhir PPKM-nya namun lebih kepada keamanan pengguna jalan dan beberapa masukan yang perlu kita evaluasi,” tambahnya.

Menurut dia, pemerintah pusat sampai kabupaten telah memberikan tujuh bantuan sosial mulai dari Kemensos maupun bantuan yang melalui TNI, Polri, Dana Desa serta  APBD Kabupaten. Masih ada satu bantuan dari provinsi berstatus dalam koordinasi.

“Saya berharap bantuan-bantuan ini benar-benar tersampaikan sesuai data yang ada dan tidak terjadi duplikasi. Saat ini yang merasa terdampak hampir semua lapisan masyarakat. Hal ini sensitif. Tolong berikan penjelasan yang santun dan baik kepada warga, sehingga kondisi Kabupaten Purworejo tetap kondusif,” tandasnya. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini