asyiknya-ibuibu-belajar-membuat-gudegIbu-ibu di Pedukuhan Sorowajan, Kalurahan Banguntapan, Bantul belajar membuat gudeg. (istimewa)


Sariyati Wijaya
Asyiknya Ibu-ibu Belajar Membuat Gudeg

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL -- Srikandi Sedulur Soni (SSS), sebuah komunitas ibu-ibu yang dibentuk Soni Maryanto, warga  RT 04 Jagangrejo, Kalurahan Banguntapan, Bantul, menggelar kegiatan pelatihan membuat gudeg bagi ibu-ibu di wilayah kalurahan Banguntapan. Juga pembuatan bakpia serta kue kering. Kegiatan ini untuk mengisi Ramadan dengan hal yang positif serta bermanfaat.


“Karena dengan memiliki keterampilan tadi, bisa untuk dipraktikkan peserta dan menjadi menu sahur atau pun  berbuka. Juga bisa untuk meningkatkan ekonomi keluarga, misal dengan berjualan gudeg, bakpia atau pun kue kering. Terlebih mendekati hari Lebaran, di mana permintaan akan kue kering, termasuk bakpia, itu meningkat,” kata Soni Maryanto kepada koranbernas.id, Minggu (10/4/2022).


Untuk itulah Soni menggelar pelatihan secara bergiliran di pedukuhan se Kalurahan Banguntapan, agar semua bisa merasakan manfaatnya.

Soni dibantu relawan dan juga mendatangkan narasumber atau pemateri berpengalaman. Soni juga pelaku usaha di  tiga jenis kuliner tersebut.


“Besar harapan saya pelatihan ini memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu sehingga menambah keterampilan dan mampu menciptakan perempuan Banguntapan yang mandiri dan berdikari,” kata saudara sepupu Carik Kalurahan Banguntapan, Puthut Damarjati SE, tersebut.

Soni, yang tahun ini berniat maju dalam pertarungan Pemilihan Lurah Desa (Pilurdes), mengatakan kegiatan yang menyentuh kepentingan masyarakat bukan hanya pelatihan kuliner saja. Namun dirinya secara rutin juga berbagi paket sembako, membagikan kacamata baca bagi warga yang membutuhkan, menggelar pengobatan gratis serta menggelar senam bersama di sanggarnya.

“Ini adalah bentuk komitmen dan pengabdian saya, yakni bagaimana saya bermanfaat bagi masyarakat ,” kata Soni.

Menurut Ketua panitia pelatihan, Partinah, membuat gudeg membutuhkan waktu total sekitar 4 jam. Mulai dari nangka muda kupas, dipotong, dicuci dan dikukus.

“Untuk nangkanya, harus nangka yang memang khusus untuk masak gudeg. Kalau di sini yang terdekat penjual ada di Pasar Kotagede,” katanya.

Usai dikukus, nangka kemudian diproses menggunakan bumbu dan dimasak hingga matang. Kemudian ditambah lauk telur  rebus dan sambel goreng krecek. Perpaduan itu menghasilkan sajian gudeg basah yang menggoda selera.

“Semoga pelatihan ini bermanfaat dan bisa dipratikkan. Bahkan bisa juga untuk inisiatif membuka usaha, sehingga menjadikan perempuan yang mandiri secara ekonomi,” katanya.

Pelatihan diikiuti 54 peserta dan akan bergilir ke pedukuhan lainya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini