Jumat, 03 Des 2021,


atlit-diy-optimis-perbanyak-emas-di-peparnas-papuaPara atlit difabel DIY mengikuti tes PCR di Balai Labkes dan Kalibrasi DIY, Selasa (19/10/2021). (muhammad zukhronnee/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Atlit DIY Optimis Perbanyak Emas di Peparnas Papua

SHARE

KORANBERNAS ID, YOGYAKARTA -- Sebanyak 87 atlit disabilitas DIY akan dikirim mengikuti Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) di Papua pada 2-15 November 2021 mendatang. Atlit-atlit ini telah dipersiapkan National Paralympic Committe (NPC) DIY sejak tiga tahun silam.

Salah satu atlit atletik DIY, Danu Kuswantoro mengakui persiapan yang dilakukan tim sejak sebelum pandemi. Sebagai atlit wheelchair racing, Danu harus melakukan pemusatan latihan di Stadiun Mandala Krida. Enam kali seminggu Dia menempuh perjalanan hampir 50 km dari rumah demi latihan ini.

"Jaraknya lumayan, hampir setiap hari nglaju dari Semanu ke Mandala Krida," cerita Danu saat ditemui disela-sela tes swab PCR atlit disabilitas di Balai Laboratorium Kesehatan (Labkes) dan Kalibrasi DIY, Selasa (19/10/2021).

"Jarak ini kadang membuat rasanya capek duluan, apalagi kalau dijalan sudah ramai dan macet. Rasanya energi udah terkuras hampir separuh dari kemampuan fisik kita," lanjutnya.

Memang saat ini lintasan atletik yang memenuhi standar hanya ada di Mandala Krida. Untuk itu Danu beserta atlit disabilitas Gunungkidul mengharap agar ada fasilitas serupa di daerahnya. Hal ini tentu untuk memfasilitasi para atlit yang ada di Gunungkidul.

"Tentunya ini bukan hanya untuk teman-teman yang disabilitas saja, tetapi untuk seluruh atlet di Gunungkidul. Sehingga saat latihan kita lebih dekat, lebih terjangkau," ujarnya.

Saat ini, jika tidak datang ke stadion Mandala Krida, Danu harus mencari jalan yang sepi untuk melatih fisiknya. Meskipun demikian, lelaki yang sehari-harinya bekerja sebagai petugas Tata Usaha di sebuah Sekolah Luar Biasa di wilayahnya ini optimis bisa membawa pulang medali untuk DIY.

"Ya paling enggak bisa masuk ke tiga besar, dan membawa pulang medali untuk DIY," imbuhnya.

Berbeda dengan Danu, Yuni Dwi Kristanti, salah satu atlit angkat berat DIY justru melakukan pemusatan latihan ke Gunungkidul. Hal ini Ia lakukan karena tujuh dari sepuluh atlit angkat berat yang dipersiapkan untuk Peparnas 2021 berasal dari Gunungkidul.

"Kami bertiga yang mengalah untuk seminggu dua kali ke Gunungkidul untuk latihan," kata atlit yang pernah menyumbangkan emas bagi DIY ini.

"Pada peparnas nanti saya juga menargetkan emas bagi DIY, semoga dengan persiapan yang hampir tiga tahun ini membuahkan hasil," lanjutnya.

Ketua National Paralympic Committe (NPC) DIY, Hariyanto menambahkan, bahwa persiapan dan pemusatan latihan sebenarnya telah dilakukan sejak sebelum pandemi Covid-19.

"Terlebih beberapa atlit DIY ini juga dipersiapkan untuk Asean Para Games yang rencananya akan dilaksanakan di Hanoi, Vietnam," paparnya.

Untuk keberangkatan atlit DIY ke Peparnas 2021 di Papua pada November mendatang, NPC bersama Pemda DIY melakukan beberapa persiapan. Selain pemusatan latihan, skrining Covid-19 bagi atlit, pelatih dan official juga dilakukan.

“Kami melakukan skrining sejak awal yang harapannya atlet bisa bersiap lebih maksimal. Kami tidak ingin satu atletpun gagal berangkat karena covid-19 seperti atlit-atlit pon diy sebelumnya," imbuh Hariyanto.

Bersama Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi DIY, pemantauan kesehatan atlit dilakukan secara berkesinambungan. Tidak hanya selama persiapan namun juga saat mereka berada di Papua. Pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan untuk mengantisipasi paparan Covid-19. Namun juga kepastian kesehatan mereka agar tidk tertular malaria.

"Kita didukung masalah skrining dan persiapan saat peparnas. Skrining awal dilakukan agar terdeteksi atlit kam sehat, kalau terpapar bisa isolasi sebelum berangkat karantina pada 28 oktober nanti," jelasnya.

Sebelum berangkat, para atlit sudah melakukan persiapan selama tiga tahun terakhir. DIY berencana mengirimkan 87 atlit tunanetra, tunarungu, tunawicara dan tunagrahita untuk terjun di delapan cabang olahraga (cabor).

Kontingen DIY menargetkan 15 medali emas, 16 perak dan perunggu dalam Peparnas Papua nanti. Target ini sama seperti event serupa pada 2016 lalu di Jawa Barat.

Sementara Kepala Balai Labkes dan Kalibrasi DIY, Setyarini Hestu Lestari, mengungkapkan pihaknya memastikan kesehatan atlit dan official yang akan berangkat ke Papua mengikuti Peparnas. Hal ini seiring dengan upaya Pemda dalam menurunkan angka penularan Covid-19 di DIY selama PPKM Level 2.

“Selain tes pcr sebelum berangkat dan setelah pulang, juga akan kami tambah pemeriksaan malaria. Harapan kami atlet berangkat seluruhnya, kita periksa sejak awal dan nanti diperiksa lagi dipastikan sebelum berangkat seluruhnya,” tandasnya.(*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini