Jumat, 03 Des 2021,


babak-awal-kejurnas-penampilan-pecatur-diy-tak-mengecewakanPecatur DIY saat tampil di Kejurnas yang digelar di Bahamas Hotel, Belitung. (istimewa)


Sariyati Wijaya
Babak Awal Kejurnas, Penampilan Pecatur DIY Tak Mengecewakan

SHARE

KORANBERNAS.ID, BELITUNG -- Penampilan para pecatur DIY pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) V di Bahamas Hotel and Resto Belitung Babel tidak mengecewakan. Pada dua babak pertama, pecatur Yunior E putra, M Ali Al Faruq mengemas 2 Match Poin (MP), begitupun dengan pecatur yang turun di kelas Yunior A putra M Aditya Farhan.


Sedangkan untuk pecatur Yunior D putri Shafira Devi Herfesa mengemas 1,5 MP. Kemudian untuk kelas Yunior B putra, Yusup Supriyadi, Yunior C putra Faridz Zaki Tri Kustiyanto dan Yunior B putri Anggita Sekar Ayu masing masing meraih 1 MP. Sementara, Kenny Horazino Bach yang tampil di Yunior F putra meraih nilai 1, karena khusus kelompok ini memang baru dimainkan sekali.


  1. Tim DIY Iwan Prihastomo MF PU didampingi Sutanto WNP dan Ida Rety Astuty selaku ofisial turut mendampingi para pecatur yang tengah berjuang di kejurnas. Iwan menyebutkan, Percasi DIY memang hanya menurunkan sembilan pecatur muda.

"Dalam Kejurnas ini DIY memberangkatkan sembilan pemain," kata Iwan.

Ada enam pemain putra yang diturunkan Muhammad Aditya Farhan (Yunior A), Yusup Supriyadi (Yunior B), Faridz Zaki Tri Kustiyanto (Yunior C), Raja Abraham Ferdinand (Yunior D), M. Ali Al Faruq (Yunior E) dan Kenny Horazino Bach (Yunior F). Juga menerjunkan tiga pemain putri yakni Felicia Adventa Andjani AS (Yunior A), Anggita Sekar Ayu (Yunior B), Shavira Devi Herfesa, MPW (Yunior D).


Selain itu, Pengda Percasi DIY juga mengikuti Rakernas yang diwakili Jumariyanto WN PNP (Sekum) dan Iwan Prihastomo MF PU (Wakil Ketua). Untuk penataran wasit diikuti Ponijo, penataran pelatih diikuti Marlan dan Sidik Siswoyo.

Sementara Sutanto menambahkan, pertandingan menggunakan sistem Swiss yakni dimainkan dalam kategori catur standar 90 menit increment 30 detik. Pertandingan diikuti 269 peserta (176 putra, 93 putri) dari 27 provinsi.

“Untuk Yunior A,B,C,D,E putra putri main 9 babak, sedangkan Yunior F,G putra putri main dalam 7 babak,” ujar Sutanto.

Sementara itu, bertindak selaku Inspektur Pertandingan Herman Kurniadi, SH MSi IA, Wasit Ketua Agus Subandrio FA. Kejurnas yang berlangsung 19-26 November 2021 tersebut dibuka Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto,  dan dihadiri Staf Khusus Presiden, anggota MPR, beberapa anggota DPR dan Forkompinda Kabupaten Belitung.

"Hal yang patut diapresiasi dari even tahunan ini, bahwa Utut Adianto menjanjikan untuk juara 1,2,3 di semua kategori akan diberangkatkan dalam kejuaraan catur internasional, minimalnya tingkat ASEAN," kata Sutanto

Sebelum babak pertama diawali dengan upacara pembukaan yang dimeriahkan dengan tari Selamat Datang yang dibawakan dengan gemulai oleh para penari Bumi Laskar Pelangi dan mendapat sambutan yang sangat meriah. Secara resmi turnamen dibuka dengan melangkahkan bidak catur kilat antara pecatur Jawa Timur dan DKI Jakarta.

 “Yang perlu menjadi perhatian kita adalah kesinambungan regenari atlet kita. Mulai kecil, SD, SMP tidak banyak kendala. Namun saat duduk di SMA dan kuliah sering timbul pilihan, apakah mau tetap eksis di catur atau kuliah serta bekerja dan tak bisa aktif catur lagi.Itu disampaikan Pak Utut Adianto saat memberikan sambutan," imbuh Sutanto.

Pemkab Belitung sendiri menyambut gembira diadakannya Kejurnas, karena bisa menjadi ajang promosi mengenalkan potensi wisata yang ada. Sebab Pulau Belitung yang terdiri Kabupaten Belitung dan Belitung Timur menjadi satu diantara 10 destinasi wisata nasional unggulan Indonesia. Selain itu dengan adanya kejurnas bisa membangkitkan kembali perekonomian usai pandemi. Bahkan Hotel Bahamas tempat berlangsungnya acara sudah hampir 1,5 tahun terpuruk dan bisa dibuka kembali karena adanya Kejurnas Catur. (*)

 

 


TAGS: #kejurnascatur 

SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini