Selasa, 18 Mei 2021,


bakar-sampah-dapur-dan-kandang-ayam-ikut-ludesLokasi kebakaran yang disebabkan sisa bara api pembakaran sampah dekat rumah. (istimewa)


Nanang W Hartono
Bakar Sampah, Dapur dan Kandang Ayam Ikut Ludes

SHARE

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Kebakaran yang terjadi di rumah Ngadiman (70), warga Desa/Kecamatan Prembun, Kebumen, Rabu (14/4/2021) dini hari, menjadi pelajaran. Semestinya, setelah membakar sampah dekat rumah, dipadamkan sebelum ditinggalkan.


Rumah Ngadiman nyaris dilalap si jago merah, setelah api dari sampah membesar dan merambat ke rumah bagian belakang dapur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

  • 21 Kios Ludes Terbakar di Pasar Muntilan

  • Kapolres Kebumen, AKBP Piter Yanottama, melalui Kasubbag Humas Polres Kebumen, Iptu Tugiman, Rabu (14/4/2021), menjelaskan peristiwa kebakaran berawal pada hari Selasa (13/4/2021) sore setelah Ngadiman membakar sampah.

    "Saat itu korban menganggap sampah yang dibakarnya tidak menyala. Sehingga oleh korban ditinggal tanpa pengawasan," kata Tugiman.


    Setelah semalaman tanpa pengawasan, api dari tempat pembakaran sampah membesar dan membakar kayu serta botol air dalam kemasan yang berisi minyak tanah. Diduga minyak tanah yang mengakibatkan kebakaran area belakang rumahnya. Dugaan ini diperkuat dari hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan oleh Polsek Prembun.


    "Hasil olah tempat kejadian, diduga kuat api itu membesar setelah merambat ke botol air mineral yang berisi minyak tanah di dekat tempat bakar sampah," kata Tugiman.


    Api membesar dan diketahui korban Rabu (14/4/2021) sekitar pukul 02.12 WIB. Korban meminta tolong warga sekitar untuk ikut memadamkan api.

    Tak lama kemudian tim pemadam kebakaran datang, segera memadamkan api. Api bisa dipadamkan sekitar pukul 02.45 WIB sebelum merembet ke bangunan inti rumah.

    Dari peristiwa itu, area belakang rumah, kandang ayam dan dapur rumah ludes terbakar. Kerugian korban sekitar Rp 15 juta.

    Polres Kebumen mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat membuat api. "Bulan Ramadan biasa warga banyak yang masak-masak. Entah bikin kue lebaran, atau menyiapkan takjil. Harus lebih hati-hati. Pastikan kompor atau perapian padam sebelum ditinggalkan," kata Tugiman. (*)



    SHARE


    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini