bangunan-alami-kerusakan-kunjungan-ke-museum-merapi-ditutupPlafon ruangan Museum Gunungapi Merapi yang rusak.(istimewa)


Nila Hastuti
Bangunan Alami Kerusakan, Kunjungan ke Museum Merapi Ditutup

SHARE

KORANBERNAS.ID,SLEMAN--Kunjungan wisatawan ke Museum Gunungapi Merapi (MGM) yang berlokasi Kaluraham Hargobinangun Kapanewon Pakem ditutup sementara. Penutupan sementara MGM tersebut dikarenakan beberapa bangunan dalam museum mengalami kerusakan berat.


"Karena itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada wisatawan maka untuk sementara kunjungan wisatawan ke MGM ditutup dan akan dilakukan perbaikan lebih dulu," ungkap Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Senin (21/11/2022).


Diungkapkan Danang, awal mula dilakukan penutupan MGM tersebut berkaitan dengan kunjungan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tanggal 12 September 2022 ke MGM, BPK menyampaikan bahwa kondisi bangunan MGM sudah menghawatirkan, maka secara lisan BPK menyarankan agar MGM ditutup sementara untuk kunjungan wisatawan dengan mempertimbangkan keselamatan wisatawan.

"Menindaklanjuti saran dari BPK, pada Hari Jumat tanggal 16 September 2022 Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan)  Sleman mengadakan rapat internal membahas usulan penutupan MGM," tuturnya.


Hasil rapat kemudian dilaporkan kepada Bupati Sleman. Hasil arahan dari Bupati Sleman oleh Dinas Kebudayaan kemudian dirapatkan dengan instansi terkait dan semua menyetujui MGM ditutup sementara dari kunjungan wisatawan. Hal ini didasari pertimbangan keselamatan wisatawan.

"Operasional karyawan tetap berlangsung seperti biasa, dan akan dilakukan penyesuaian jam kerja. Selama ditutup, karyawan MGM difokuskan untuk evakuasi dan penyelamatan koleksi," jelasnya.

Selanjutnya untuk persiapan rehab bangunan gedung MGM, pada tahun 2022 telah dilakukan review DED rehab dan pada tahun 2023 akan dilakukan rehab fisik bangunan MGM menggunakan anggaran Dana Keistimewaan tahun anggaran 2023 yang diajukan sebesar Rp 13 miliar, namun disetujui Rp 7,5 miliar.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Taupiq Wahyudi bangunan MGM yang mengalami kerusakan cukup parah adalah di bagian atap/plafon kemudian lantai dua yang terbuat dari papan kayu dan merembes ke lantai 1.

"Kalau struktur bangunan atap masih kuat, namun plafon dan lantai dari kayu yang mengalami kerusakan cukup parah, dan dikhawatirkan bisa menimpa wisatawan jika tidak segera diperbaiki," kata Taupiq.

Untuk melakukan perbaikan tersebut diperkirakan membutuhkan waktu antara 6 sampai 7 bulan. Diketahui, Museum Gunung Merapi dibangun selama kurun tahun 2005-2009. Struktur bangunan depan didirikan oleh pemerintah pusat, sedangkan Pemda DIY dan Sleman membangun sisi belakang. Selama ini, kerusakan yang parah terjadi di bagian depan. 

Pemda sendiri tidak bisa turun tangan untuk perbaikan karena museum itu berstatus milik Badan Geologi. Sesuai peraturan, aset bisa dihibahkan setelah berjalan 10 tahun sehingga Pemkab baru bisa mengusulkan perbaikan pada tahun 2019. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini