belajar-dari-krisis-sri-lanka-libatkan-generasi-muda-menjaga-stabilitas-negaraSosialisasi Empat Pilar Bernegara yang diselenggarakan MPR RI Bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Sabtu (16/4/2022), di Aula Gedung Muhammadiyah Kota Yogyakarta. (istimewa)


Siaran Pers
Belajar dari Krisis Sri Lanka, Libatkan Generasi Muda Menjaga Stabilitas Negara

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Belajar dari krisis ekonomi yang dialami Sri Lanka, anggota MPR RI M Afnan Hadikusumo menyatakan, Indonesia jangan sampai mengalami problem ekonomi yang sama dengan negara-negara lain.


“Pada titik inilah dibutuhkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas negara dan menjaga kesatuan negara Republik Indonesia dengan melibatkan secara aktif para pemuda,” ujarnya di sela-sela acara Sosialisasi Empat Pilar Bernegara yang diselenggarakan MPR Bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Sabtu (16/4/2022), di Aula Gedung Muhammadiyah Kota Yogyakarta.


Afnan yang juga cucu pahlawan nasional Ki Bagoes Hadikoesoemo itu mengambil contoh negara Sri Lanka yang mengalami krisis multidimensi, harapannya supaya tidak terjadi di Indonesia.

Seperti diketahui, Sri Lanka didera krisis valuta asing, kenaikan harga pangan, pemadaman listrik beberapa pekan, kekurangan obat-obatan dan bahan bakar.


Negara itu terpuruk dan mempersiapkan negosiasi bailout atau pemberian bantuan dengan IMF, setelah berhari-hari diguncang demonstrasi yang meminta presidennya mundur.

Sebelumnya, pada 3 Februari 2022, disebutkan 26 menteri Sri Lanka menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatannya di tengah krisis ekonomi yang melanda negara di wilayah Asia Selatan itu. Semua menteri mengajukan surat pengunduran diri agar presiden dapat membentuk kabinet baru.

“Nasib yang hampir sama dialami oleh Pakistan. Perdana Menteri Amir Khan dikudeta dari jabatannya di parlemen lewat mosi tidak percaya, Sabtu (9/4/2022),” ungkap Afnan.

Penyebabnya, pemerintah dinilai gagal menghidupkan kembali perekonomian yang terpukul oleh Covid-19 atau memenuhi janji membuat Pakistan bebas korupsi.

Sebanyak 174 anggota parlemen memberikan suara yang menentangnya. Khan kehilangan kekuasaan hanya beberapa hari setelah dia memblokir upaya mosi tidak percaya di parlemen.

Afnan mengakui, gejolak yang terjadi di sejumlah negara tidak lepas dari pertarungan dua kutub kekuatan besar dipimpin Amerika Serikat melawan poros Rusia yang saat ini tampak nyata dalam perang Ukraina melawan Rusia. Dunia mengalami dinamika yang berujung krisis multidimensi.

Akibat perang, harga komoditas dari Rusia-Ukraina naik. Rusia merupakan produsen dunia minyak bumi, kalium karbonat (potash) bahan baku pupuk dan industri pertambangan seperti nikel, alumunium dan palladium. Rusia dan Ukraina juga merupakan negara pengekspor utama gandum.

Merujuk hasil penelitian dan referensi yang ada, perang juga berdampak pada kenaikan harga minyak bumi yang diperkirakan meningkat mencapai lebih dari 100 Dolar AS per barrel. Di AS dan Eropa harga BBM meningkat 30 persen.

Selain itu, konflik Rusia-Ukraina yang berkepanjangan, berisiko memperburuk supply chain dan memicu kenaikan harga komoditas.

Di tempat yang sama, Ketua PD Muhammadiyah Kota Yogyakarta, Drs Achid Widi Rahmanto, menyampaikan saat ini peranan pemuda atau generasi muda sebagai pilar, penggerak dan pengawal jalannya reformasi dan pembangunan sangat diharapkan.

“Dengan organisasi dan jaringannya yang luas, pemuda dan generasi muda dapat memainkan peran yang lebih besar untuk mengawal jalannya reformasi dan pembangunan,” ungkapnya.

Permasalahan yang dihadapi saat ini justru banyak generasi muda atau pemuda yang mengalami disorientasi, dislokasi dan terlibat pada kepentingan politik praktis.

Secara historis peran generasi muda telah terbukti dapat mengatasi berbagai kondisi dan permasalahan yang ada, sejak dari zaman penjajahan sampai reformasi.

Sigit Harjojudanto sebagai Koordinator Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kota Yogyakarta menambahkan, organisasi yang dipimpinnya banyak melibatkan generasi muda guna menangani persoalan-persoalan kebencanaan dan sosial di Kota Yogyakarta.

“Pemuda atau generasi muda relatif bersih dari berbagai kepentingan dan mereka memahami dengan baik kondisi daerahnya dari berbagai sudut pandang,” kata dia.

Hanya saja, saat ini pemuda dituntut harus bersatu dalam kepentingan yang sama (common interest) untuk suatu kemajuan dan perubahan.

“Tidak ada yang bisa menghalangi perubahan yang diusung oleh kekuatan generasi muda atau pemuda, sepanjang moral dan semangat juang tidak luntur,” tandasnya. (*)


TAGS: MPR  Sosialisasi 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini