Selasa, 24 Mei 2022,


belalang-goreng-diserbu-wisatawanPenjual belalang goreng di jalan Wonosari – Jogja tepatnya kawasan Hutan Tleseh Kalurahan Gading Kapanewon Playen yang dagangannya banyak diburu wisatawan lebaran, Senin (9/5/2022).(sutaryono/koranbernas.id)


Sutaryono
Belalang Goreng Diserbu Wisatawan

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Selain tiwul dan gatot, makanan tradisional yang tenar di Gunungkidul berupa belalang goreng, banyak diburu pemudik lebaran. Bahkan, perantau belum lengkap jika tidak mencicipi belalang goreng. Tidak mengherankan, makanan ekstrim ini menjadi oleh-oleh yang diburu oleh pemudik lebaran, termasuk para wisatawan.


Di jalan Wonosari – Jogja, Wonosari - Baron, dan beberapa penggal jalan yang banyak dilalui wisatawan, puluhan penjaja belalang goreng tampak berjejer menjajakan kuliner bungkus plastik dan toples. Mereka menjual dengan beberapa varian rasa mulai dari manis, gurih, dan pedas. 


"Untuk libur lebaran setiap harinya meningkat, peningkatannya sekitar 75 persen dibandingkan hari biasa," kata Dewi yang menjajakan di jalan Wonosari - Baron, tepatnya wilayah Kalurahan Mulo Kapanewon Wonosari, Senin (9/5/2022).

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah permintaan, pihaknya sengaja menambah persediaan belalang kayu yang didapatkan dari seorang pengepul. Selain itu dia membuka lapak kecilnya sekitar pukul 06.30 WIB dari hari biasanya sekitar pukul 09.00. setiap hari selama libur lebaran keuntungan perhari Rp 150.000. 


"Tambah dua kali lipat dari hari biasa, lumayan untuk nambah penghasilan," ujarnya.

Menurutnya, untuk satu plastik berisi 10 biji belalang goreng di jual dengan harga Rp 25.000. Sedangkan untuk ukuran toples ukuran sedang dihargai Rp 60.000. Setiap hari dia menghabiskan 30 toples dan 20-an plastik kecil.

Hal yang sama juga diakui Sukir, salah satu pedagang belalang goreng yang mangkal di jalan Wonosari – Jogja tepatnya kawasan Hutan Tleseh Kalurahan Gading Kapanewon Playen. Warga Kapanewon Paliyan ini mengaku untuk mencukupi kebutuhan belalang pada libur lebaran, pihaknya harus mendatangkan belalang mentah dari sejumlah daerah diantaranya Cilacap dan Kulonprogo.

Diakui, ada peningkatan pendapatan yang cukup signifikan pada libur lebaran ini. Jika sebelumnya Sukir hanya mampu menjual 1 hingga 6 toples setiap hari, dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung di Gunungkidul, maka bapak dua putra ini mengaku mampu menjual 20 hingga 25 toples setiap harinya.

Tidak seperti pedagang belalang lainya, Sukir memiliki inovasi sendiri dengan menggoreng belalang langsung ditempat dia berjualan. Ternyata cara ini mampu menarik perhatian para wisatawan untuk berhenti dan mencicipi belalang yang Sukir jajakan bersama istrinya.(*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini