Senin, 19 Apr 2021,


benda-berharga-pasien-covid19-dicuri-saat-dirawat-ini-respons-kepolisianKabid Humas Polda DIY, Kombes Polisi Yuliyanta, Rabu (24/02/2021) siang, menunjukkan isi percakapan dengan keluarga pasien Covid-19 yang merasa menjadi korban pencurian. (rosihan anwar/koranbernas.id)


Rosihan Anwar
Benda Berharga Pasien Covid-19 Dicuri Saat Dirawat, Ini Respons Kepolisian

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Kepolisian masih akan menunggu laporan resmi keluarga, menyusul postingan Nisa Rahmawati, keluarga pasien Covid-19 yang diduga menjadi korban pencurian, yang sempat viral.


Berawal dari curahan hati keluarga pasien yang merasa menjadi korban pencurian di sebuah rumah sakit, pernyataan di media sosial facebook pada Selasa (23/02/2021) kemarin menjadi viral dalam waktu satu hari saja. Nisa Rahmawati memposting bahwa barang-barang milik ibu mertuanya hilang ketika sang ibu menjalani perawatan selama kurang lebih 16 hari akibat terinfeksi Covid-19.


Kabid Humas Polda DIY, Kombes Polisi Yuliyanto, kepada koranbernas.id menyebutkan, pihaknya sudah menghubungi Nisa Rahmawati untuk mendorong keluarga korban melaporkan insiden hilangnya barang berharga milik pasien tersebut.

“Sebagai action dari virtual police yang digagas oleh Pak Kapolri, kita juga monitor ada postingan di media sosial, keluarga pasien atau pasien yang kehilangan handphone-nya. Dari akun Polda DIY sudah menanyakan akun pemosting apakah sudah membuat laporan polisi apa belum, tapi jawabannya mereka belum membuat laporan resmi ke polisi,” ujar Kombes Yulianto, Rabu (24/02/2021) siang, di ruang kerjanya.


Yuliyanto menambahkan, dari balasan keluarga korban, pihak keluarga sementara waktu menunggu itikad baik pihak rumah sakit untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, keluarga korban masih berniat melaporkan dugaan kasus pencurian itu apabila tidak ada hasil yang memuaskan dari pertemuan dengan pihak rumah sakit.


“Mereka menyampaikan bahwa setelah diposting itu ada progress bagus dari pihak rumah sakit. Itu yang mereka katakan,” tuturnya


Mantan Kapolres Sleman dan Kulonprogo itu menegaskan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu apabila ada laporan masuk dari keluarga korban.

“Kita akan tunggu. Tapi, ya sebenarnya bisa dilacak siapa yang bertugas saat itu. Kalau sementara ini, pemosting menuduh pihak rumah sakit, maka rumah sakit harus responsif mengecek siapa saja yang bertugas saat itu,” katanya.

Pencuri spesialis

Kombes Polisi Yuliyanto menegaskan, dapat dimungkinkan hilangnya sejumlah barang milik korban merupakan ulah sindikat pencuri yang kerap menyasar benda berharaga milik pasien. Kasus yang melibatkan pencuri spesialis rumah sakit, sebut Yuli, dulu sempat beberapa kali terjadi.

“Kemungkinan banyak, bisa jadi diambil oleh orang yang kerja di situ atau oleh orang luar yang pura-pura jadi pengunjung. Beberapa kali rumah sakit kejadian, dan ada pencuri spesialis penunggu pasien. Ada lho!” tandasnya.

Postingan dari Nisa Rahmawati yang ditautkan ke grup facebook Info Cegatan Jogja menyebutkan selain dua buah handphone milik ibu mertuanya yang hilang, ada juga sejumlah uang yang turut raib ketika sang ibunda mendapat perawatan medis di sebuah rumah sakit. Menariknya, dari pengakuan keluarga korban, telepon genggam tersebut masih dapat dihubungi dan status Whatsapp di telepon genggam itu juga aktif.

“Saya memang berencana melaporkan ini ke polisi. Nanti, kami akan undang wartawan,” tutur Nisa Rahmawati lewat pesan yang disampaikan melalui facebook.

Namun, Nisa masih bungkam terkait rumah sakit yang dimaksud. Dirinya juga tak mau berbicara lebih lanjut tentang domisili keluarganya. Ibu mertua Nisa Rahmawati sendiri akhirnya meninggal dunia akibat Covid-19. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini