Rabu, 16 Jun 2021,


berburu-anggrek-di-ragunan-abaikan-haus-dan-laparAnggrek jumbo penuh bunga menebar pesona di Taman Anggrek Ragunan Jakarta Timur. (arie giyarto/koranbernas.id)


Arie Giyarto
Berburu Anggrek di Ragunan Abaikan Haus dan Lapar

SHARE

KORANBERNAS.ID, JAKARTA -- Matahari yang menggantung di langit Jakarta Timur Minggu (18/4/2021) siang terasa garang. Namun itu tak menyurutkan para penggemar anggrek dan tanaman hias berburu tanaman di Taman Anggrek Ragunan. Bagi yang sedang berpuasa, mereka mengabaikan rasa haus dan lapar.


Pesona anggrek memang luar biasa. Apalagi anggrek di tempat itu khususnya jenis anggrek bulan, semua penuh bunga. Ukurannya besar. Tak hanya warna putih dan ungu, tetapi juga merah maroon, berplisir putih, kuning polos atau bergaris.


Tempat parkir mobil hampir penuh. Kendaraan Tossa dan sepeda motor maupun gerobak lalu lalang mengangkut aneka tanaman ke luar kios pertanda sudah laku. Semua berbagi jalan dengan pengunjung yang semakin ramai.

Di tempat ini harga bunga anggrek memang relatif tidak murah. Anggrek bulan putih paling murah dipatok Rp 110.000 satu pohon dengan bunga engkel. Anggrek dengan dua tangkai bunga lain lagi harganya. Apabila warnanya bervariasi sampai Rp 200.000.


“Terutama warna kuning karena barangnya agak langka,” kata Sonia yang siang itu menjaga salah satu kios anggrek menjawab pertanyaan koranbernas.id.


Pengunjung sepertinya enak saja mengeluarkan uang ratusan ribu rupiah dari dompetnya. “Saya kebetulan sangat tertarik dengan bulan putih untuk melengkapi koleksi,” kata Ny Aisyah.


Bersama suaminya, dia memboyong anggrek bulan putih dengan bunga berjuntai-juntai dari dua batang tangkai bunga. Dia harus ikhlas merogoh uang Rp 160.000 dari dompetnya. Dia sering ke sana setiap ingin menambah koleksi.

Sedangkan Wuryono yang setiap hari berkantor di Margonda Depok dengan tersenyum memboyong tiga pohon anggrek bulan. Satu warna kuning bergaris dengan 14 bunga. Satu lagi berwarna merah berplisir putih panjang menjuntai dengan 15 bunga dan 4 lagi masih knop atau masih kuncup. Dibantu dengan kawat sehingga bunganya kokoh.

“Dengan demikian saya masih punya waktu lebih panjang menikmatinya sampai knop-knop bermekaran,” kata Wahyu. Istrinya ada di sampingnya.

Satu lagi warna putih, yang rencananya dikirim ke temannya yang sedang sakit. “Kalau rangkaian bunga kan cepat busuk. Sedang pohon bisa dipelihara,” ucapnya. Meskipun untuk itu dia harus mengeluarkan Rp 550.000. Wow?

47 kios

Di Taman Anggrek Ragunan ada 47 kios dengan anggrek bulan, dendrobium dan tanaman hias lainnya. Dendrobium aneka warna dan bentuk bunga paling murah Rp 50.000. Tergantung jenis dan besar kecil pohonnya.

Ada yang harganya lebih mahal lagi, sampai Rp 100.000, terutama yang bunganya bersusun.Tinggal memilih warna dan bentuk bunga yang dikehendaki.

Di mana pohon-pohon anggrek ini dibudidayakan, Sonia maupun teman prianya yang  bertugas siang itu menyatakan tidak tahu. “Kami menerima kiriman sudah penuh dengan bunga,” kata Sonia lagi.

Awal pandemi dulu, pengunjung sepi. Tetapi hanya beberapa bulan ramai lagi. Mungkin banyak orang yang stay at home butuh kegiatan ringan tapi menyenangkan.

Taman anggrek itu buka setiap hari sampai pukul 17:00. Menurut Sonia jika ramai, omzet kiosnya bisa puluhan juta rupiah sehari.

Tanaman hias janda bolong. (arie giyarto/koranbernas.id)

Janda bolong

Ketika bisnis tanaman hias digemparkan munculnya tanaman Janda Bolong yang dipatok harga ratusan ribu bahkan jutaan rupiah beberapa bulan lalu, ternyata tidak berpengaruh bagi pecinta tanaman di Jakarta.

“Ini harganya cuma Rp 35.000 kok, pingin punya saja,” kata Wahyu yang menenteng pot hitam berisi tanaman Janda Bolong sambil tersenyum.

Jenis tanaman ini tidak mampu muncul seperti jemani yang sangat fenomenal sekitar sepuluh tahun lalu. Meskipun akhirnya setelah banyak yang meraup rezeki nomplok luar biasa, harganya lalu kebanting. Relatif tak ada lagi yang mencari.

Berbeda dengan anggrek ternyata harganya relatif stabil. Penggemarnya relatif sama dan pasokannya berlimpah.

Kalau Anda tinggal di Jakarta atau berdekatan dengan Ragunan coba saja ke sana. Meski tidak membeli tetapi bisa sekadar rekreasi. Menyenangkan kok. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini