berita-hoaks-meresahkan-warga-diminta-waspadailustrasi hoaks (istimewa)


Sariyati Wijaya
Berita Hoaks Meresahkan, Warga Diminta Waspada

SHARE

KORANBERNAS.ID,BANTUL -- Canggihnya teknologi berimbas juga pada penyebaran informasi di masyarakat. Saat ini berbagai kabar banyak beredar termasuk di media sosial. Saat mendapati informasi atau berita di  media sosial, masyarakat diminta untuk mewaspadai  kemungkinan munculnya hoax atau berita bohong.


Sebab tidak jarang berita yang tanpa kejelasan sumbernya tersebut menimbulkan keresahan. Dan banyak pula orang yang termakan hoaks, kemudian menyebarkan berita tersebut tanpa menyaring atau mencari referensi guna mengetahui kebenaranya.

  • Pesan Gusti Ratu, Jangan Ikut Sebar Hoaks
  • Meski Hujan Lebat Penonton Ki Seno Tetap Berjubel

  • Untuk itulah perlu sekali ketika menerima kabar melakukan cek ricek kepada pihak terkait atau banyak membaca guna  menambah referensi ataupun wawasan.

    Demikian benang merah yang bisa ditarik dalam  diskusi “Mewaspadai Gemporan di Medsos yang Meresahkan” gelaran Forum Kewasdaan Dini Masyarakat (FKDM)  Bantul dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)  Kabupaten Bantul di Omah Kampung Bakalan, Sewon, Rabu (5/10/2022). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari praktisi media dan pegiat media sosial yakni Farid Ma’ruf, M Sutrisno dan Retno Susanti.

  • Semoga Pemilu Tidak Menyusahkan Banyak Orang
  • Tak lagi Bersahabat, Christine Hakim Prihatin pada Ratna Sarumpaet

  • “Sarasehan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan dan ilmu kepada peserta yang berasal dari berbagai organisasi masyarakat (Ormas) sebanyak 40 orang. Karena  kadang orang menganggap anggota Ormas itu  lebih tahu akan suatu hal dan masyarakat  ketika menerima informasi tidak jarang menanyakan pada anggota Ormas. Untuk itu disini juga diuraikan mengenai bagaimana menangkal hoax dan ciri-cirinya,” kata Ketua FKDM Bantul,Hanum Hanifah SH.

    Diskusi seperti ini secara rutin digelar oleh FKDM sebagai bagian dari ketugasan mereka yakni menangkal Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan (ATHG) yang ada di Kabupaten Bantul. Tentu dengan tema yang berbeda-beda.

    “FKDM mengumpulkan berbagai informasi untuk kemudian kami sampaikan ke forum kewaspadaan pemerintah daerah untuk masuk dalam pengambilan kebijakan,” katanya.

    Sementara Sekretaris Badan Kesbangpol Suparmadi MM mengatakan jika jumlah ormas yang ada di Bantul sejumlah  183  ormas. Antara Kesbangpol dan ormas tersebut  menjalin kerjasama. 

    “Seperti  hari ini kami memberikan pemahaman dan juga tambahan wawasan kepada mereka terkait waspada hoaks. Memang tidak semua ormas bisa diundang, namun nanti secara bergiliran  kami akan undang mereka dalam kegiatan sejenis,” jelasnya.(*)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini