berkat-inovasi-sartika-bidan-tuti-maju-lomba-tingkat-nasionalPemberian bantuan bagi ibu hamil dengan KEK dan anemia melalui program “Sartika” Puskesmas Sanden Bantul. (istimewa)


Sariyati Wijaya
Berkat Inovasi Sartika, Bidan Tuti Maju Lomba Tingkat Nasional

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTUL – Hasil pemeriksaan terhadap ibu hamil di empat kalurahan wilayah Puskesmas Sanden Bantul meliputi Murtigading, Gadingsari, Gadingharjo dan Srigading, diperoleh fakta angka Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia masih cukup tinggi.


KEK adalah kekurangan energi yang memiliki dampak buruk terhadap kesehatan ibu dan pertumbuhan perkembangan janin. Ibu hamil dikategorikan KEK jika Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 sentimeter.


Penyebab utama KEK karena kurangnya asupan energi dan protein dalam jangka yang cukup lama. KEK bisa mengakibatkan kekurangan gizi pada janin sehingga bayi lahir dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR), stunting,  selain itu juga dapat mengakibatkan terjadinya pendarahan serta infeksi pasca-persalinan.

“Faktor terbanyak yang menyebabkan ibu melahirkan meninggal adalah pendarahan pasca-melahirkan yang tidak berhenti,” kata Tuti Nuryani, Koordinator Bidan Puskesmas Sanden, di tempat tugasnya, Jumat (5/8/2022).


Sedangkan anemia adalah kekurangan sel darah merah yaitu suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau hemoglobin (protein yang membawa oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah itu sendiri mengandung hemoglobin yang berperan mengangkut oksigen dari paru-paru dan mengantarkan ke seluruh bagian tubuh.

“Dari hasil pemeriksaan  terhadap ibu hamil  di wilayah Sanden, ternyata jumlah penderita KEK dan anemia tadi cukup tinggi,” kata Tuti.

Pada tahun 2019 dari jumlah ibu hamil 415 orang yang mengalami KEK  dan anemia ada 83 orang, tahun 2020 dari 347 orang yang mengalami KEK dan anemia ada 68 orang. Tahun 2021 dari 349 ibu hamil yang menderita KEK dan anemia ada 58 orang.

Istri dari Rusdiyanto SpP tersebut pada tahun 2020 membuat sebuah inovasi yang diberi nama Sanden Guyub Tukun Tangani KEK dan Anemia Pada Remaja Putri dan Ibu Hamil atau disingkat Sartika.

Sartika merupakan upaya untuk mengatasi persoalan KEK dan anemia dengan melibatkan berbagai sektor. Misalnya untuk  pemberian bantuan bagi yang terkena KEK dan anemia menggunakan dana dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kapanewon Sanden.

UPK merupakan unit yang mengelola operasional kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di kecamatan  (kapanewon) dan membantu Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD)  mengkoordinasikan pertemuan-pertemuan di kecamatan tersebut.

“Bantuan diberikan kepada mereka yang kondisinya kurang mampu. Kalau yang mampu kita edukasi, misal agar membeli makananan yang cukup gizi dan protein seperti daging, dan mereka bisa membelinya. Kalau yang kondisi ekonominya kurang, kita bantu pakai dana UPK tadi,” kata ibunda dari Falah Habib Nurrohman dan Fakhri Wasis Puntadewa tersebut.

Dengan adanya intervensi “Sartika”, terbukti ibu hamil  yang mengalami KEK dan anemia juga menurun. Program ini terus dilaksanakan dan bersinergi lintas sektoral.

Untuk remaja, “Sartika” melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan dan status gizi, pendampingan oleh bidan dan nutrisionis dan rujukan konsultasi rematri Puskesmas Sanden dan digerakkan oleh kader sebagai konselor sebaya.

Ada juga kegiatan kepada calon pengantin (catin) dengan pemeriksaan kesehatan terpadu dan status gizi calon pengantin, pendampingan catin oleh KUA Sanden serta kelas catin dengan materi kesehatan dan kesiapan pernikahan.

Iniovasi “Sartika” ini pula yang mengantar lulusan dari Poltekes Kemenkes tersebut menjadi bidan teladan tingkat Kabupaten Bantul, melaju ke tingkat DIY dan mendapat juara pertama dalam pengumuman  20 Juli silam.

Bidan Tuti kini  bersiap maju tingkat nasional, September mendatang. “Tentu saya berharap akan memberikan yang terbaik bagi Bantul dan DIY. Program “Sartika” ini memberikan manfaat secara luas bagi masyarakat Sanden,” kata perempuan kelahiran Bantul 42 tahun silam tersebut.

Kasus kematian ibu ataupun kematian bayi di wilayah Sanden bisa diminimalisir bahkan tidak ada sama sekali. “Tentu Puskesmas tidak bisa berjalan sendiri, namun butuh bergandengan dengan banyak pihak agar program tersebut berhasil sesuai harapan,” katanya. (*)


TAGS: bidan  Sanden 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini