bupati-afif-memuji-program-yarnen-bni-untuk-petaniBupati Wonosobo Afif Nurhidayat memberi sambutan pada peluncuran program kredit bagi petani yang dinamakan Yarnen, Kamis (28/7/2022), yang diluncurkan oleh Bank BNI 46 Cabang Wonosobo. (istimewa)


Rosihan Anwar
Bupati Afif Memuji Program Yarnen BNI untuk Petani

SHARE

KORANBERNAS.ID, WONOSOBO -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo mendukung penuh sebuah program unik yang menjadi advokasi bagi para petani di kabupaten tersebut. Program yang diluncurkan Bank BNI 46 Kantor Cabang Wonosobo itu dinamakan program kredit ‘Yarnen’.


Kredit saprotan tanpa jaminan ini merupakan program kredit kepada kelompok petani di wilayah Wonosobo. Program tersebut difasilitasi oleh Bank  BNI 46 Kantor Cabang Wonosobo.

  • Ketersediaan Pangan Tak Penuhi Populasi Manusia

  • Model pembayaran program tersebut adalah dengan metode “yarnen” yakni bayar setelah panen. Bupati Wonosobo, H Afif Nurhidayat SAg, kepada awak media, Kamis (28/7/2022) siang, mendukung penuh kredit yang meringankan petani dalam upaya mencari modal dalam menggarap lahan persawahan.

    “Pemerintah Kabupaten Wonosobo, mendukung dan mengapresiasi atas diluncurkannya program pinjaman saprotan bayar panen tanpa jaminan dari Bank BNI untuk kelompok tani. Program ini seperti air di tengah oase padang pasir di mana pascapandemi Covid-19, petani kami banyak yang merugi akibat pangsa pasar yang menurun,” kata Afif.


    Bupati yang sebelumnya pernah menjabat Ketua DPRD Wonosobo itu memuji langkah bank pelat merah, BNI 46, yang berani mengucurkan kredit bagi kalangan petani. Kemudahan dalam program Yarnen juga diapresiasi bupati.

    Kredit murah

    Di antaranya, debitur dalam hal ini kelompok petani berkewajiban membayar atau melunasi kredit tersebut dalam tempo delapan bulan sesuai dengan akad perjanjian antara pihak BNI 46 dengan kelompok tani. Tempo pembayaran mempertimbangkan masa panen tanaman holtikultura yang rata-rata panen setelah 3-4 bulan.

    “Petani rata-rata kesulitan memulai kembali bercocok tanam karena beberapa sebab. Salah satu sebabnya ialah permodalan untuk pembelian sarana produksi pertanian,” ujarnya ketika menyaksikan penandatanganan program Yarnen tersebut.

    Beban bunga bank yang dibebankan pun relatif kecil hanya 0,4 persen dalam setiap masa pinjaman, setara apabila petani pinjam Rp 1 juta dalam delapan bulan hanya membayar bunga sebesar Rp 40.000.

    Trisakti Bung Karno

    Apabila terjadi gagal panen karena musibah bencana alam (force majeur) maka petani diberi keringanan hanya membayar bunga saja. Namun apabila terjadi wanprestasi, maka telah disepakati pembayaran utang petani tersebut dengan cara lahan petani digarap oleh kelompok petani penanggung. Sebab itu, Bupati Afif sangat mendukung program kredit Yarnen untuk memberdayakan petani.

    “Pemerintah akan mengawal petani hingga petani berdaya kembali, harga hasil panen harus stabil, biaya produksi harus lebih terjangkau. BNI sebagai bank pelat merah sudah pada track yang benar, menstimulus lewat permodalan yang selama petani terasa sulit mengakses ke perbankan,” ungkapnya.

    Bupati Wonosobo lantas menyitir ajaran Tri Sakti sang proklamator RI, Bung Karno. Presiden RI pertama itu menyatakan, untuk menjadi bangsa yang besar, seluruh elemen rakyat Indonesia harus bersatu, salah satunya untuk mencapai swasembada sektor pangan.

    “Program ini harus menjadi pemantik kepada dinas terkait agar ikut gumregah melakukan pendampingan terhadap petani.  Program ini adalah wujud pengejawantahan atas mimpi Bung Karno. Berdasarkan asas gotong-royong nyatanya bisa. Jika petani kita kuat maka Wonosobo pasti kuat,” tandas Afif. (*)


    TAGS: pertanian  Wonosobo 

    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini