Jumat, 23 Okt 2020,


danrem-071wijayakusuma-radikalisme-dan-separatisme-tidak-boleh-dipandang-sebagai-hal-biasa-sajaDanrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, bersama komponen masyarakat saat acara Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme di Gedung Pertemuan A. Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas, Selasa (11/8/2020). (istimewa)


Redaktur

Danrem 071/Wijayakusuma: Radikalisme dan Separatisme Tidak Boleh Dipandang sebagai Hal Biasa Saja


SHARE

KORANBERNAS.ID, BANYUMAS – Mempertebal semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan serta menunjung sikap patriotisme adalah upaya mencekal radikalisme, separatisme dan terosmisme.

Penegasan itu disampaikan Komandan Korem 071/Wijayakusuma, Kolonel Inf Dwi Lagan Safrudin, dalam sambutannya pada acara Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme kepada komponen dan elemen masyarakat di Gedung Pertemuan A. Yani Makorem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Banyumas, Selasa (11/8/2020).


Baca Lainnya :

Menurut Kolonel Dwi Lagan, akhir-akhir ini bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada berbagai ujian dan tantangan, baik yang berhubungan dengan pandemi Covid-19 maupun persoalan kebangsaan lainnya. Seperti halnya perkembangan berbagai bentuk gerakan yang dilakukan oleh elemen-elemen radikal atau sering disebut kelompok-kelompok garis keras.

"Elemen-elemen garis keras ini secara terus menerus sedang melakukan gerakan-gerakan politik, baik dalam tataran wacana cipta opini maupun dalam bentuk tekanan politik yang melibatkan kekuatan massa," ungkapnya.


Baca Lainnya :

Danrem menjelaskan, maraknya perkembangan paham radikalisme dan separatisme tersebut tidak boleh dipandang sebagai hal yang biasa saja, tapi harus disikapi dengan baik, penuh kewaspadaan dan kehati-hatian, tidak hanya oleh pemerintah saja namun juga seluruh komponen bangsa.

Menurutnya, dalam mencegah kegiatan radikalisme dan separatisme tersebut, tidak bisa dilakukan secara individu/perorangan, akan tetapi harus bersama-sama, bahu membahu dan memperkuat basis komitmen kebangsaan dan rasa persatuan.

"Untuk mencegah agar supaya kita semua dan masyarakat serta generasi muda tidak terprovokasi oleh ajaran radikalisme, separatisme dan terorisme, maka upaya yang dilakukan adalah dengan cara mempertebal semangat kebangsaan, persatuan dan kesatuan serta menjunjung sikap patriotisme untuk membela kepentingan negara disertai dengan terbinanya kemanunggalan TNI-Rakyat sebagai inti kekuatan pertahanan negara," tegasnya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini