dari-dragon-ball-wasesa-kembangkan-platform-jual-beli-yang-menduniaMukhammad Washar Wasesa di salah satu ruangan kantor Hobikoe bersama barang-barang koleksinya (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Dari Dragon Ball, Wasesa Kembangkan Platform Jual Beli yang Mendunia

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Berawal dari kesenangannya mengoleksi action figure atau mainan replika dari tokoh-tokoh kartun maupun komik membawa Mukhammad Washar Wasesa ketagihan. Apalagi setelah barang-barang koleksinya ini berhasil dijual dengan untung hingga berkali-kali lipat.

Mindset kolektor barang antik atau barang-barang langka yang identik dengan seseorang yang sudah berumur pun dipatahkan oleh pemuda kelahiran Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah 39 tahun silam ini.

Wesa yang mulanya menyisihkan uang saku sekolahnya untuk membeli action figure Dragon Ball untuk dikoleksi pada masa 95an, hingga saat ini masih disimpan. Belakangan ini dia pernah menjual koleksi uang kuno miliknya hingga miliaran rupiah.

"Uang kuno set wayang ini dibuat tahun 1937, waktu 2011 itu saya beli seharga 70 juta. Uang seri wayang 1937 sampai 1939 masih gulden. Pada 2019 kita bisa menjual uang tersebut dengan harga 3.7 Miliar," paparnya saat ditemui wartawan di Kantornya, Sabtu (2/7/2022).

Wesa melanjutkan, secara sederhana hobi ini bisa dimulai dengan mengumpulkan barang-barang yang disenangi bahkan sejak masih kecil. Dia mencontohkan jika anak-anak senang dengan die cast atau Hotwheels yang ada di kasir mini market.

"Sepuluh tahun ke depan harga jualnya bisa berkali-kali lipat, namun tentu dengan tips memilih yang jeli. Misal memilih edisi-edisi khusus, edisi ulang tahun atau edisi-edisi terbatas lainnya," terangnya.

Kesenangannya terhadap barang-barang antik dan kuno ini pula membuat Wesa yang juga merupakan Ketua Indonesia Antique Community tertarik membentuk sebuah platform jual beli yang aman dan terpercaya.

Platform e-commerce besutan anak-anak muda Jogja bernama Hobikoe ini menambah banyaknya start up kreatif asli Yogyakarta yang menurut data Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) saat ini sudah berjumlah 85 aplikasi.

Peringkat ini pula mengantarkan Indonesia menjadi 10 besar negara dengan jumlah perusahaan rintisan (startup) terbanyak di dunia. Tercatat, 2.346 startup dalam negeri, yang menempatkan Indonesia di urutan kelima terbanyak di dunia, dan startup asal Indonesia menjadi yang terbanyak di Asia Tenggara.

Hobikoe memiliki misi menjadi satu-satunya media kolaborasi dan transaksi barang seni, koleksi dan antik di regional Asia. Cara yang digunakan oleh Hobikoe adalah membangun kolaborasi pecinta barang antik se Indonesia.

Termasuk didalamnya membangun basis data kolektor dan koleksi barang antik seluruh Indonesia serta menjadi de-facto penguasa media transaksi barang seni, koleksi dan antik se Indonesia dan go Internasional dengan melakukan ekspansi ke Asia.

Wesa pernah sukses dengan bisnis percetakan sejak membuat Hobikoe pada 24 Januari 2020 untuk menjawab persoalan jual beli barang antik, vintage, dan temuan secara online. Wesa tidak akan berhenti dengan apa yang sudah dibangunnya.

Melalui platform ini, akan diciptakan iklim dan system Lelang dengan management yang mumpuni seperti kurasi, Appraisal, Trading and Auction, Layanan Uang Digital, NFT dan Blokchain dengan misi mengubah lanskap pembayaran yang pernah terjadi sebelumnya.

Wesa yang juga merupakan Ketua Masyarakat Numismatik Indonesia (MNI) Jawa Tengah dan DIY memiliki sekitar 35 jenis koleksi barang antik. CEO Founder Hobikoe ini sukses mengemas platform aplikasi jual beli barang antik dan Hobi bagi collectors dan komunitas pecinta barang seni, antik dan barang koleksi lainnya.

"Hobikoe merupakan platform digital ini satu-satunya di e-commerce Indonesia yang menawarkan berbagai jasa dan memfasilitasi berbagai bentuk transaksi antara para anggotanya," kata dia.

Wesa melanjutkan, bagi pemilik barang kuno atau antik yang ingin dijual tapi tidak tahu cara menafsir harganya, pihak Hobikoe akan membantu memberikan data serta narasi serta rekomendasi orang-orang yang kompeten untuk memberikan pengetahuan tentang barang koleksi yang akan dijual tersebut.

"Jika kami tidak bisa memberikan taksiran atau deskripsi, kami akan merekomendasikan dari ahli-ahli setempat di mana penjual tersebut tinggal. Dengan demikian mereka tidak perlu datang membawa barang tersebut ke Jogja," kata dia.

Sebagai pengusaha yang sudah telah merasakan aral-melintang di dunia bisnis, Wesa secara jeli melihat potensi atau ruang penjualan online ini sebagai salah satu jawaban atas kebutuhan dunia hobi.

"Secara khusus bagaimana para pengguna terlayani oleh Collection Management System, Solusi Cloud Collection Management System yang aman dan terenkripsi," imbuhnya.

Bahkan Hobikoe telah membukukan pendapatan sebesar Rp 1 Miliyar dalam setahun dengan nilai pertumbuhan google analitik yang naik 15%. Percaya diri dengan jumlah pengunduh aplikasi mencapai 5.000 pengguna.

Hobikoe, hadir sebagai media kolaborasi dan transaksi barang seni, koleksi dan antik di regional Asia, dengan arah (market capacity), Pengguna Transaksi Mata uang Digital, Blokchain, NFT, Super collector dunia, Galery Seni dan koleksi Indonesia hingga Asia.

Pasar barang antik Indonesia Asia, Gallery barang antik Indonesia Asia, Rumah lelang barang antik Indonesia dan Asia, Pegadaian barang antik, koleksi dan seni Indonesia dan Asia.(*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini