Selasa, 15 Jun 2021,


dari-jogja-kisahku-bermula-bicara-budaya-tanpa-mengguruiHeroe Poerwadi usai menyaksikan web series Dari Jogja Kisahku Bermula. (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Dari Jogja Kisahku Bermula, Bicara Budaya Tanpa Menggurui

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menginisiasi produksi sebuah web series dengan judul “Dari Jogja Kisahku Bermula”. Web series ini berkisah tentang relasi seorang perempuan mandiri dan seorang laki-laki dari kota budaya Yogyakarta dalam balutan romansa.

Web series yang terbagi menjadi tiga bagian ini diawali dan ditutup dengan narasi dan dialog para pemain yang syarat dengan nilai-nilai budaya lokal yang dikemas dalam suasana sehari-hari.

“Film ini menggambarkan nilai-nilai kehidupan yang bersahaja di Jogja. Kesederhanaan, kesabaran, keramahtamahan dan sikap menghargai, menghormati tanpa memandang jarak sosial,” tutur Yetti Martanti, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, saat pemutaran perdana film Dari Jogja Kisahku Bermula, Selasa (4/5/2021) di Empire XXI, Yogyakarta.

Yetti menjelaskan, Yogyakarta adalah sebuah kota yang memiliki nilai-nilai yang berakar dari kehidupan sosial dan budaya yang diyakini masyarakatnya. Salah satu nilai kebaikan yang tidak pernah hilang yaitu keramahan dan kenyamanan.

“Implementasi nilai-nilai luhur kemandirian dan kebersamaan berupaya kami bangun melalui produksi web series ini,” ujarnya.

Muatan nilai-nilai budaya terangkum dengan baik tanpa berkesan menggurui, dengan gaya anak muda karena memang ditujukan untuk penonton muda. Melalui web series ini, penonton tidak hanya akan terhibur tetapi juga bisa menangkap nilai-nilai budaya yang berkembang di masyarakat Yogyakarta.

Web series berdurasi 20 menitan ini disutradarai oleh Annisa Hertami, dikemas dengan memadukan semangat generasi muda dengan warisan budaya yang ada di Yogyakarta. Lagu tema berjudul Lepaskan Aku ciptaan Kakung Triadmojo secara apik dibawakan seorang penyanyi disabilitas netra asal Yogyakarta, Putri Ariani, berhasil membawa suasana “baper” dan menghidupkan web series ini.

Adalah Maudy yang diperankan oleh Dilla Fadiela, digambarkan sebagai sosok perempuan mandiri ibu kota yang sangat menghormati ibunya. Maudy memutuskan pindah ke Jogja karena permintaan ibunya. Di Jogja, Maudy belajar banyak tentang karakter dan budaya orang-orang Jogja melalui beragam hal.

Kemudian sosok Bimo diperankan oleh Dena Ema Pribadi. Dena berhasil menghadirkan karakter laki-laki yang memiliki kharisma dan sopan sebagai lelaki jawa khas Yogyakarta. Tokoh Ratih dimainkan dengan sangat natural oleh Ayu Prasiska.

Kedua tokoh ini menjadi simbol anak muda Yogyakarta yang meskipun mereka gaul, tetapi ketika berbicara dengan orang yang lebih tua, mereka tidak lupa dengan unggah-ungguh atau tata krama berbahasa Jawa halus.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menyampaikan film ini melengkapi perspektif banyak orang dalam melihat Jogja.

"Dari sini kita dipahamkan bagaimana mengenal Jogja dalam versi mencari pasangan hidup. Kalau jaman dulu era 80-90an orang Jogja stereotype-nya cool, kalem, confident dan kreatif," katanya.

"Saya kira ini nanti akan kita lihat apakah lelaki Jogja akan terumuskan dalam seri-seri lain film ini. Ini salah satu perspektif orang dalam melihat Jogja yang berbicara tentang lelaki Jogja," lanjutnya.



Sementara itu, Annisa Hertami selaku sutradara sekaligus penulis naskah menyampaikan diharapkan dari web series ini pesan-pesan tentang budaya Yogyakarta bisa sampai ke khalayak yang lebih luas, khususnya bagi anak-anak muda millenial. Anak-anak muda millenial sebagai agen kebudayaan masa depan, sudah seharusnya ikut menjaga dan melestarikan budaya lokal mereka di tengah terjangan arus modernitas yang semakin kuat.

Web series ‘Dari Jogja Kisahku Bermula’ dapat dinikmati melalui kanal Youtube Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta mulai tanggal 12, 13 dan 14 Mei 2021. (*)







SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini