demi-keamanan-siapkan-masker-cadanganGholib, wartawan sekaligus fotografer RmOL (tengah) bersama rekannya melaksanakan tugas jurnalistik di depan kantor Gubernur Jateng. (istimewa)


Bekti Maharani
Demi Keamanan Siapkan Masker Cadangan

SHARE

KORANBERNAS.ID, SEMARANG -- Wartawan wajib menggunakan masker saat menjalankan tugas jurnalistiknya di lapangan. Selain itu, juga  tidak lupa membawa hand sanitizer dalam botol kecil serta tetap menjaga jarak.


Iya, sejak pandemi Covid-19, kami wajib menggunakan masker. Bahkan membawa masker cadangan di dalam back pack," ujar Gholib, wartawan yang juga fotografer media online RmOL di tengah meliput demo di depan kantor Gubernur Jateng.

  • Puskesmas Diminta Bantu Optimalkan Tracing
  • Tidak Pakai Masker Serasa Ada yang Hilang

  • Apalagi, dalam sehari bisa saja Gholib menjalankan tugas jurnalistiknya tidak hanya dalam satu tempat serta bertemu orang yang tidak sama. “Dengan memakai masker, tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga orang yang kita temui,” lanjutnya.

    Saat meliput demonstrasi di depan kantor Gubernur Jateng, Rabu (7/10/2020) yang diikuti ribuan orang tergabung Gerakan Masyarakat Menggugat (GERAM), dia mengakui amat berisiko.

  • Pengunjung Alun-alun Purworejo Sadar Bermasker
  • Hindari Klaster Layanan Publik, PDAM Purworejo Wajibkan Masker

  • Diketahui dalam orasinya, massa yang kebanyakan adalah mahasiswa meminta UU Cipta Kerja  yang baru disahkan DPR RI beberapa waktu lalu segera dicabut.

    Aksi sempat memanas saat adanya saling dorong mahasiswa dengan petugas kepolisian yang berjaga di gerbang kantor Gubernur Jateng. Bahkan aksi dorong tersebut mengakibatkan gerbang kantor Gubernur Jateng mengalami kerusakan.

    Di lapangan juga terlihat mobil water canon dan pengendali massa disiagakan. Sejumlah personel Polisi berpakaian pelindung dan para polisi wanita (Polwan) juga ikut disiagakan di halaman DPRD Jateng. Semua aparat ini juga menggenakan masker.

    Salah seroang orator, Suwardi, meneriakkan Omnibus Law UU Cipta Kerja dinilai merugikan kaum buruh.

    “Kita di sini untuk menuntut hak rakyat. Ada beberapa poin yang sangat merugikan rakyat di UU Cipta Kerja. Terutama kaum buruh dan kaum miskin," teriaknya. (*)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini