Jumat, 03 Des 2021,


desa-bersinar-hapus-kekhawatiran-masifnya-kasus-narkobaBupati Kulon Progo, Sutejo, memukul gong tanda deklarasi Desa Bersinar, Kamis (11/11/2021) siang, Balai Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, Kecamatan Kulon Progo. (rosihan anwar/koranbernas.id)


Rosihan Anwar
Desa Bersinar Hapus Kekhawatiran Masifnya Kasus Narkoba

SHARE

KORANBERNAS.ID,KULONPROGO -- BupatiKuloprogo, Sutejo mengaku khawatir dengan terus meningkatnya kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, meski di masa pandemi sekalipun. Sutejo pun menyadari apabila DIY, termasuk Kulon Progo di dalamnya, menghadapi tantangan yang berat untuk pencegahan dan pemberantasan narkoba.


“Saat ini bahaya dan dampak narkoba pada kehidupan dan kesehatan semakin meresahkan,” ujar Sutejo, Kamis (11/11/2021) siang, di Balai Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo.

  • Memprihatinkan, PNS Belanja Sabu ke Nusakambangan

  • Bupati pun mengapresiasi program Desa Bersinar yang digagas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY sebagai langkah preventif masuknya narkoba ke masyarakat. Terlebih lagi, kasus kejahatan narkoba terus meningkat setiap tahunnya.

    “Kasus narkoba di DIY dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini perlu penanganan serius dari berbagai kalangan, dan perlunya kesadaran masyarakat. Apalagi, DIY sebagai Kota Pelajar, Kota Budaya dan juga daerah tujuan wisata yang rentan sebagai sasaran peredaran narkoba,” jelasnya.


    Ketika aparat telah berupaya melakukan pencegahan dan pemberantasan, namun penyalahgunaan masih marak, Bupati Sutejo lantas mengajak masyarakat agar turut membantu program Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

    “Pencanangan Kalurahan dan Desa Bersinar merupakan upaya preventif untuk pencegahan narkoba di Kulon Progo dan sebagai salah satu upaya perang terhadap narkoba dari lingkungan terkecil dari kampung atau desa,” jelasnya.

    Ancaman besar

    Kapolres Kulon Progo AKBP Muharromah Fajarini mengakui ancaman narkoba di tengah tingginya angka pertumbuhan penduduk dan pembangunan yang pesat harus mendapat perhatian serius.

    “Kulonprogo yang ternyata punya bandara internasional sedemikian luasnya, ke depan nanti ada juga pembangunan jalan tol, ini merupakan potensi (kerawanan) yang luar biasa apabila tidak kita antisipasi dari sekarang. Dikawinkan lagi nanti dengan adanya bonus demografi, maka jika tidak kita siapkan dari sekarang ancaman (narkoba) sungguh luar biasa,” paparnya.

    Sebab itu, Muharromah mendukung penuh program Desa Bersinar yang digagas BNNP DIY. Dirinya berharap ada implementasi lanjutan dari deklarasi yang dicanangkan pada Kamis siang tersebut.

    “Dengan pencanangan ini saya selaku Kapolres, mohon untuk ke depannya ditindaklanjuti, dengan langkah-langkah konkret sehingga akan ada output dan outcome yang dapat dirasakan masyarakat,” terang dia. (*)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini