Sabtu, 31 Jul 2021,


di-tengah-pandemi-desa-gesikan-galakkan-tanaman-obatTP PKK Desa Gesikan, Kecamatan Kemirimenggalakkan budidaya Taga dan Toga di lingkungan sekitar.(istimewa)


Wahyu Nur Asmani EW
Di Tengah Pandemi, Desa Gesikan Galakkan Tanaman Obat

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Pandemi Covid-19 di Kabupaten Purworejo menantang masyarakat untuk lebih kreatif bertahan hidup. Seperti yang dilakukan Tim Penggerak Program Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Gesikan, Kecamatan Kemiri, Purworejo.


Mereka memanfaatkan momen peringatan Hari Ibu untuk menggalakan budidaya Tanaman Gizi Keluarga (Taga) dan Tanaman Obat Keluarga (Toga) di lingkungan sekitar. Para ibu yang tergabung dalam TP PKK Desa Gesikan pun memanfaatkan momen Hari Ibu dengan giat budidaya Taga dan Toga yang diapresiasi TP PKK Kabupaten, Minggu (27/12/2020).


Selain itu, guna mentaati anjuran pemerintahan untuk tetap di rumah, maka warga desa tersebut memanfaatkan waktu dengan berkebun. Kegiatan Desa Gesikan ini bisa menjadi contoh yang baik, sebab bisa membangunkan lahan tidur atau pekarangan yang selama ini tidak terurus, menjadi sentra tanaman gizi dan obat.

“Tidak hanya itu, kebun taga dan toga juga membuat lingkungan menjadi cantik dan indah. Disela tanaman gizi dan obat, warga juga dengan telaten menanam bunga, bahkan ada yang membuat semacam taman kecil di masing-masing rumah yang sedap dipandang mata,” papar Ketua TP PKK Desa Gesikan, Maryati.


Menurut Maryati, untuk mengikuti imbauan dari pemerintah, selain menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dengan 3M seperti Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan Menjaga jarak, warga masyarakat juga tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan yang mendesak dan sangat penting.

"Warga kami ajak untuk lebih menggiatkan menanam Taga dan Toga. Sebab, tidak hanya membuat lingkungan menjadi hijau dan asri, hasil budidaya juga memiliki nilai ekonomi. Minimal bisa mencukupi kebutuhan keluarga, baik dari segi asupan gizi dan obat tradisional yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun tubuh," jelasnya.

Maryati menyebutkan, semangat warga juga cukup tinggi, sebab apa yang mereka lakukan juga dinilai oleh TP PKK tingkat Kabupaten. Meskipun menjadi juara namun kejuaraan bukan tujuan utama, kegiatan itu mampu menjadi lecutan semangat bagi warga khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam TP PKK Desa Gesikan.

Okti Dewi Uliyah salah satu warga desa setempat, menambahkan, tidak sedikit warga yang mampu menjual hasil tanaman gizi dan obat untuk menopang kebutuhan hidup lainnya. Banyak warga dari luar desa datang ke Desa Gesikan dengan mengayuh sepeda sekedar untuk belanja sayur segar hasil budidaya.

 

"Biasanya hari Minggu, mereka yang datang untuk beli disilahkan petik sayur atau tanaman obat sendiri. Disediakan timbangan, setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan bisa dibawa pulang, ya semacam toko waralaba. Alhamdulillah hasilnya lumayan, yang beli juga puas, karena dijamin segar dan memetik sendiri," katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Kemiri, dr Edi Sucipto mengungkapkan, dari sisi kesehatan apa yang dilakukan ibu-ibu di Desa Gesikan sangat positif. Banyak sekali manfaatnya, tidak hanya menghasilkan tanaman gizi dan obat, tetapi lingkungan menjadi bersih dan asri.

Warga juga memanfaatkan sampah anorganik seperti botol minyak, air mineral dan limbah lainnya untuk dijadikan pernik hiasan di sekitar rumah, cantik dan membuat betah saat pulang ke rumah.

"Peduli kesehatan itu tidak melulu melakukan pencegahan Covid-19, dengan lingkungan yang bersih tidak ada sampah yang dibuang sia-sia, secara otomatis juga mencegah datangnya penyakit, nyamuk juga tidak ada tempat untuk berkembang biak," ungkapnya.(*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini