dianggap-kurang-penting-ternyata-arsip-simpul-pemersatu-bangsaKepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Klaten, Syahruna, menyampaikan sambutan dan pembukaan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan di Bidang Kearsipan di aula Kantor Desa Kwarasan Kecamatan Juwiring, Selasa (29/11/2022). (masalgurusinga/koranbernas.id)


Masal Gurusinga
Dianggap Kurang Penting, Ternyata Arsip Simpul Pemersatu Bangsa

SHARE

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Klaten, Syahruna SH CN, mengatakan sekarang ini arsip masih dianggap sebagai sesuatu yang kurang penting, kurang diminati dan bahkan banyak yang tidak peduli.


Ternyata, arsip merupakan simpul pemersatu bangsa, ruh sebuah organisasi dan bukti otentik dari sebuah rekaman kegiatan yang tidak terbantahkan. Melalui sebuah arsip akan diketahui sejauh mana dan bagaimana sesuatu itu ada dan terjadi.


"Kita akan memahami dan memaknai sesuatu tersebut setelah mengetahui sejarah, proses dan perjalanannya, dan itulah arti penting dan posisi sebuah arsip. Pemahaman seperti ini wajib kita punyai sebagai seorang abdi negara," katanya pada Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan di Bidang Kearsipan di Aula Kantor Desa Kwarasan Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten, Selasa (29/11/2022).

Sosialisasi diikuti kepala desa dan lurah se-eks Kawedanan Delanggu dengan narasumber Komisi IV DPRD Klaten.


Syahruna menambahkan, untuk dapat mengelola arsip secara baik diperlukan pengetahuan tentang kearsipan. Terlebih tuntutan kemampuan pengelolaan arsip secara baik dan benar sudah menjadi keharusan karena sejalan dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

Pemerintah Kabupaten Klaten berkomitmen dalam upaya penyelenggaraan urusan kearsipan, mulai dari pembinaan, penyelenggaraan tugas dan fungsi di masing-masing desa.

"Saya juga berharap saudara-saudara dapat menjadi motor penggerak dalam upaya mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik melalui pelaksanaan pengelolaan kearsipan yang baik dan benar. Transformasikan ilmu yang diperoleh kepada teman-teman di desa atau lembaga masing-masing, saling mengisi dan berbagi dan mari kita wujudkan Pemerintah Kabupaten Klaten yang kuat dan bertanggung jawab guna mewujudkan Kabupaten Klaten yang maju, mandiri dan sejahtera," pintanya.

Ketua Komisi IV DPRD Klaten, Edy Sasongko, dalam paparannya menjelaskan Kabupaten Klaten telah memiliki Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kearsipan.

Tujuan dibuatnya perda (peraturan daerah) di antaranya menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya sebagai alat bukti yang sah, menjamin terciptanya pengelolaan yang andal dan pemanfaatan arsip sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, juga menjamin terciptanya arsip dari kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, lembaga pendidikan, pemerintahan desa, BUMD, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan dan perorangan. (*)


TAGS: arsip  Klaten 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini