Jumat, 03 Des 2021,


diduga-tender-proyek-jalan-penghubung-samben-daleman-penuh-rekayasailustrasi. (pngegg.com)


Masal Gurusinga
Diduga Tender Proyek Jalan Penghubung Samben Daleman Penuh Rekayasa

SHARE

KORANBERNAS.ID, KLATEN--Tender proyek rekonstruksi Jalan Samben-Daleman Wonosari Klaten oleh panitia lelang Pokja Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang/Jasa beberapa waktu lalu disorot banyak pihak. Ada kecurigaan, tender proyek yang dibiayai APBD Perubahan 2021 tersebut penuh rekayasa.


Kecurigaan terlihat, ketika peserta tender penawar terendah tidak diundang pembuktian kualifikasi oleh panitia lelang. Sementara peserta dengan penawar tertinggi justru diundang dan akhirnya ditetapkan sebagai pemenang.

  • Sebelas Pemda Kerja Sama dengan UMY
  • Kelangkaan Pupuk Melanda Klaten

  • Kecurigaaan lain, adalah beredarnya kabar jika calon pemenang lelang sebenarnya sudah ada sebelum tahapan pembuktian kualifikasi dan pengumuman penetapan pemenang.

    “Sudah tidak kaget lagi mas. Karena sebenarnya calon pemenang itu sudah ada, dan penawar terendah bisa digugurkan,” kata salah seorang pemerhati jasa konstruksi di Klaten kepada koranbernas.id.

  • Ini Cara Paling Efektif Basmi Tikus
  • Sulitnya Awasi Pembelian Solar Bersubsidi

  • Sumber yang menolak disebutkan identitasnya dan juga pernah terjun langsung di jasa perkonstruksian ini, mengaku tertarik dengan 2 paket jalan yang ditenderkan BLP Kabupaten Klaten baru-baru ini. Pertama, paket Jalan Prigi-Sabrang Lor dengan Pagu Rp 3,950 miliar yang prosesnya saat ini sudah pada tahap Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPB/J). Dan proyek kedua adalah paket jalan Samben-Daleman Wonosari dengan Pagu Rp 4,750 miliar yang sudah masuk masa sanggah.

    Dikutip dari laman LPSE Kabupaten Klaten 2021, tender Jalan Samben-Daleman Wonosari yang diumumkan BLP beberapa hari lalu, penawar terendah adalah CV Rejekining Abadi dengan penawaran Rp 4,165 miliar, disusul CV Technicsi Rp 4,269 miliar, CV Pradhana Surya Tehnik Rp 4,325 miliar, CV Muhamad Bagus Bintang Mulia (MB2M) Rp 4,327 miliar, CV Hasna Mulia Rp 4,427 miliar, CV Kirana Mulya Rp 4,439 miliar dan CV Bejo Lumintu Rp 4,499 miliar.

    Sedangkan pada tender Jalan Prigi-Sabrang Lor Trucuk, penawar terendah CV Tumpu Harapan dengan penawaran Rp 3,358 miliar disusul CV Muhamad Bagus Bintang Mulia (MB2M) Rp 3,346 miliar, CV Pradhana Surya Tehnik Rp 3,590 miliar dan CV Rejekining Abadi Rp 3,596 miliar.

    Sumber lain menyebutkan, penawar terendah dalam sebuah tender tidak harus menjadi pemenang. Sebab masih ada tahapan verifikasi berkas (dokumen). “Meskipun dia penawar terendah, tidak otomatis jadi pemenang. Sebab masih ada tahapannya. Akan tetapi jika dokumen dan persyaratan lengkap, namun tidak menang, patut dipertanyakan dan disanggah,” ujarnya.

    Jika melihat tender dua proyek jalan itu (Jalan Prigi-Sabrang Lor dan Jalan Samben-Daleman) ujarnya, memang ada yang menarik. Sebab penawar terendah adalah penyedia jasa yang sama. Di paket Jalan Samben-Daleman yang dimenangkan justru bukan 5 penawar terendah. “Ini ada apa?,” tanya dia.

    Menanggapi hal itu, panitia lelang Pokja BLP Kabupaten Klaten, Paryanto menjelaskan, bahwa dalam hal tender proyek Jalan Samben-Daleman, pihaknya tidak mengundang penawar terendah pada pembuktian kualifikasi karena pengalaman personelnya tidak sesuai.

    “Yang diundang (pembuktian kualifikasi) CV Kirana Mulya, CV Bejo Lumintu, CV Hasna Aulia dan lainnya,” ujar Paryanto. (*)

     



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini