Selasa, 24 Mei 2022,


dinkes-kulonprogo-siagakan-yankes-antisipasi-hepatitis-akutKepala Dinkes Kulonprogo dokter Sri Budi Utami saat diwawancarai oleh koranbernas.id di Wates, Kulonprogo. (anung marganto/koranbernas.id)


Anung Marganto
Dinkes Kulonprogo Siagakan Yankes Antisipasi Hepatitis Akut

SHARE

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO--Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulonprogo sampai dengan saat ini belum mendapatkan laporan dari masyarakat, terkait adanya penemuan penyakit hepatitis akut. Namun, Dinkes Kulonprogo telah menyiapkan langkah antisipasi.


Kepala Dinkes Kulonprogo dokter Sri Budi Utami kepada koranbernas.id, Jumat (6/5/2022) mengatakan, pihaknya segera melakukan penyelidikan epidemiologi apabila diduga ada kasus yang mengarah ke hepatitis khususnya pada anak.


“Mensiapsiagakan semua fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah Kulonprogo terkait penanganan hepatitis,”kata Sri Budi.

Ia mengatakan, kesiapan Dinkes Kulonprogo dalam mengantisipasi timbulnya kasus hepatitis yang secara pasti belum diketahui penyebabnya, yakni dengan memberikan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat tentang penyakit hepatitis ini. Informasi meliputi penyebabnya, gejalanya, cara penularan, cara pencegahan, dan apa yang dilakukan apabila keluarga ada yang menunjukkan gejala-gejala seperti hepatitis tersebut.


“Titik utama edukasi penyakit ini masuk ke manusia melalui makanan/ minuman, sehingga yang paling utama adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) atau cuci tangan sebelum makan. Bila ada keluarga yang mengalami gejala-gejala seperti hepatitis seperti panas, mual, murah, diare, kuning, dan lain-lain, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat,”jelas Sri Budi.

Sri Budi menegaskan, pihaknya akan segera melaporkan ke Kementerian Kesehatan/ Dinkes DIY apabila ada kasus yg diduga ke arah hepatitis seperti yang diberikan selama ini.

“Kami mengimbau, hendaknya masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi di sekitarnya jika terjadi gejala-gejala di atas. Jangan panik, tetap tenang, dan jangan terlambat dalam membawa ke pusat layanan kesehatan,”tegas Sri Budi.

Setiap rumah sakit maupun puskesmas diminta melakukan pengamatan semua kasus hepatitis akut yang tidak jelas penyebabnya, dan ditangani sesuai SOP serta pemeriksaan laboratorium.

Ketua Komisi I DPRD Kulonprogo yang juga Ketua DPD Golkar Kulonprogo menyampaikan apresiasinya kepada Dinkes dalam mengantisipasi adanya penyakit hepatitis akut yang terjadi baru-baru ini di berbagai daerah di Indonesia.

“Keamanan dan kesehatan warga masyarakat Kulonprogo adalah menjadi hal yang terpenting sehingga kasus ini harus segera diantisipasi. Semoga hepatitis akut tidak masuk dan menyerang warga masyarakat Kulonprogo,”ungkap Suharto. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini