disajikan-untuk-delegasi-g20-kopi-toraja-gula-aren-unjuk-gigi Ade Herlambang, Research and Development Mixology Excelso meracik kopi gula aren yang disajikan dalam G20 saat ditemui di Yogyakarta (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Disajikan untuk Delegasi G20, Kopi Toraja Gula Aren Unjuk Gigi

SHARE

KORANBERNAS.ID,YOGYAKARTA - Kopi nusantara menjadi coffee partner di ajang Internasional dan disukai delegasi asing. Kopi nusantara ini adalah varian Kopi Toraja Kalosi Gula Aren yang secara khusus diciptakan sebagai minuman kopi resmi dalam rangkaian acara pertemuan negara-negara anggota G20.

"Saya mulai diminta untuk meracik kopi ini tujuh hari sebelum pelaksanaan 2nd Sherpa Meeting di Labuhan Bajo, Butuh waktu tiga hari untuk menemukan rasa yang pas," kata Ade Herlambang, pemuda peramu kopi gula aren yang menjadi kopi resmi dalam G20 saat ditemui di Yogyakarta, Jumat (30/9/2022).

Mengkombinasi keasaman kopi arabica dari perkebunan di Kalosi, Toraja dengan gula aren yang creamy khas adalah tantangan tersendiri, apalagi masing-masing daerah di Indonesia memiliki rasa gula aren yang khas dan berbeda.

"Setelah mencoba 12 macam gula aren, akhirnya menemukan yang pas buat dipadukan dengan Kopi Toraja Kalosi," ujar Ade, yang juga bekerja sebagai Research and Development Mixology Excelso.

Menurut Ade, Banyak delegasi yang mengaku baru pertama kali merasakan kopi gula aren. Racikan yang tidak pernah ditemui dalam menu kopi di negara-negara mereka.

"Salah satu delagasi asal Dubai bahkan delapan kali bolak-balik mengisi ulang gelas kopinya pada 2nd Sherpa Meeting di JW Marriott beberapa hari lalu. SPG kami sampai bingung kenapa bisa begitu," kata Ade.

Racikan kopi gula aren memang sengaja disajikan kepada delegasi Forum G20. Kopi arabica asal Toraja Kalosi sengaja dipilih untuk dikenalkan kepada dunia dengan padu padan gula aren dari Jawa Barat dan susu lokal yang memiliki rasa creamy dan asam.

"Kombinasi ini yang belum banyak disajikan meski banyak menu kopi gula aren banyak dijual di pasaran," terangnya.

Kedua rasa itu yang membuat racikan kopi toraja Indonesia tidak ditemukan dimanapun. Sehingga 500 cup atau gelas kopi toraja aren yang disediakan habis dikonsumsi para tamu negara setiap harinya.

"Racikan kopi ini 15 persen gula aren, 35 persen susu dan sisanya susu. Banyak delegasi yang mengatakan kopi tersebut pas karena tidak terlalu manis namun tetap segar," jelasnya.

Sementara Head of Corporate Communication Kapal API Global, Pangesti Boedhiman mengungkapkan Forum G20 memang sengaja disuguhkan kopi lokal Indonesia. Hal itu sebagai perwujudan keramahan Indonesia terhadap para tamunya.

"Suguhan berbagai varian produk kopi Indonesia sebagai simbol dări kehangatan dan keramahan bangsa Indonesia,” paparnya.

Awal dipilihnya kopi Toraja setelah pada pertemuan negara di Labuan Bajo, kopi Toraja yang disajikan para delegasi disambut sangat positif. Karenanya racikan baru coba dibuat untuk kembali disajikan dalam pertemuan G20 di Yogyakarta

"Nanti dalam pertemuan G20 di bali juga akan disajikan varian kopi lokal indonesia lagi," tandasnya.

Head of Business Development PT. Kapal Api Global, Paulus Immanuel Nugroho mengatakan, partisipasi Kapal Api Group kali ini melanjutkan dukungan serupa yang kami berikan di Pertemuan Sherpa G20 yang kedua di Labuan Bajo bulan Juli 2022 lalu.

"Kami merasa sangat bangga dan mendapat kehormatan untuk memperkenalkan Indonesia melalui berbagai jenis kopi dari Indonesia produksi oleh Kapal Api Group di dalam pertemuan yang sangat penting ini," tutupnya.(*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini