Rabu, 27 Okt 2021,


dprd-jateng-dorong-opd-berinovasi-tingkatkan-padDari kiri, Direktur SPJT, Widayat Joko Priyanto, Ketua Komisi C DPRD Jateng, Bambang Hariyanto B (tengah) dan moderator dan Kabid Retribusi dan Pendapatan Lain Bapenda Jateng, Ir Happy Sudibyanto Hastoputro. (istimewa/dokumentasi Humas DPRD Jateng)


Bekti Maharani
DPRD Jateng Dorong OPD Berinovasi Tingkatkan PAD

SHARE

KORANBERNAS.ID, SEMARANG -- DPRD Jawa Tengah (Jateng) mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus berinovasi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Ketua Komisi C DPRD Jawa Tengah, Bambang Hariyanto B,  meminta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jawa Tengah memulai melaksanakan langkah tersebut.


“Demikian juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jateng yang bergerak di sektor peternakan, kami minta berinovasi mendongkrak PAD, khususnya pada masa pandemi Covid-19 ini,” tegas Bambang Hariyanto.

Tatkala menjadi narasumber dialog interaktif bertema Meningkatkan Pendapatan Sektor Peternakan di Kantor DPRD Jawa Tengah, Kamis (16/9/2021), Bambang menyebutkan inovasi yang dimaksud bisa berasal dari manapun. Termasuk BUMD yang bergerak di sektor peternakan atau dilakukan pada produk usaha yang dijalankan.


Tak berhenti di situ saja, Bambang juga mendorong OPD dan BUMD beralih pada digitalisasi layanan. Dengan begitu, upaya peningkatan pendapatan akan jauh lebih mudah.

Digitalisasi ini sesuatu hal yang tidak bisa dihindari. Apalagi pada era sekarang sudah menjadi keharusan. “Harapannya, adanya digitalisasi itu maka pendapatan bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Bambang menyampaikan, hingga kini OPD dan BUMD sudah ada yang melakukan inovasi, meskipun belum maksimal namun usaha tersebut diapresiasi kalangan dewan.

Ketua Komisi C DPRD Jateng, Bambang Hariyanto B. (istimewa/dokumentasi Humas DPRD Jateng)

Jajaran pimpinan BUMD Jateng yakni Direktur PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), Widayat Joko Priyanto, menyampaikan pihaknya mencoba mendongkrak pendapatan daerah utamanya dari sektor peternakan.

“Saat ini, SPJT sedang menjalankan pilot project penggemukan sapi potong di Temanggung,” jelasnya.

Selain di Temanggung perusahaan ini juga melakukan desain kompleks penggemukan sapi dengan kapasitas 1.300 ekor sapi di Kabupaten Semarang.

Langkah ini sebagais respon yang disampaikan Komisi C DPRD Jateng agar SPJT terus berinovasi.

Tak hanya fokus pada penggemukan sapi, bentuk inovasi lain yang dilakukan SPJT yaitu membangun pabrik pengolahan makanan berbasis daging sapi.

“Termasuk juga dikembangkan pembuatan toko daging, di samping restoran makanan, yang menu utamanya dari daging sapi,” tambah Widayat.

Selain menjual sapi potong hidup, SPJT juga merambah pasar produk daging sapi packaging termasuk fresh food. “Harapan kami bisa mendukung Pemprov dalam pengembangan pendapatan di sektor peternakan,” harapnya.

Direktur SPJT, Widayat Joko Priyanto. (istimewa/dokumentasi Humas DPRD Jateng)

Kabid Retribusi dan Pendapatan Lain pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah, Happy Sudibyanto Hastoputro, menyampaikan sektor pertanian secara keseluruhan termasuk peternakan tidak terlalu terdampak adanya pandemi Covid-19.

Hal itu terlihat dari tingginya capaian PAD hingga Agustus 2021. Dari datanya, pendapatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Jawa Tengah sudah mencapai 78,5 persen atau Rp 6,67 miliar.

“Sampai akhir Desember 2021 ini, saya yakin Disnakeswan mampu mencapai target seperti tahun 2020 yaitu 104 persen atau melebihi target,” ungkapnya.

Untuk mendongkrak kenaikan PAD khususnya dari retribusi, Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Tengah telah melakukan inovasi berupa digitalisasi tarif. Dalam aplikasinya, kata Happy, terdapat 80.000 jenis tarif yang disajikan. “Ini untuk mempermudah OPD dalam memasang tarif,” jelasnya.

Kasubbag Keuangan Disnakeswan Jawa Tengah, Djoko Pontjo Nugroho, menambahkan selaku dinas teknis Disnakeswan mendapatkan PAD dari beberapa usaha.

Di antaranya pemakaian rumah potong hewan (RPH), penjualan ternak, sewa lahan, layanan klinik hewan dan lainnya. “Dari semua usaha itu, sampai Agustus 2021, pendapatan kami sudah sampai 78,5 persen sebagaimana disampaikan dari Bapenda,” tambahnya.

Disnakeswan Jawa Tengah terus berupaya meningkatkan PAD meskipun sektor peternakan tidak terpengaruh pandemi. Dia berharap, capaiannya lebih dari 100 persen sebagaimana tahun sebelumnya.

Upaya peningkatan tersebut dengan melakukan inovasi, di antaranya mengoptimalkan klinik hewan dan mengoptimalkan penjualan hasil peternakan. Optimalisasi tersebut dengan merambah penjualan online hasil peternakan. (adv)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini