Jumat, 23 Okt 2020,


duh-kemampuan-bahasa-dan-sastra-jawa-anak-muda-mulai-lunturSalah satu siswa belajar maca (membaca) ceritera cekak (cerkak) pada pelatihan geguritan dan maca cerkak di Wonosari, Jumat (18/9/2020). (sutaryono/koranbernas.id)


St Aryono

Duh! Kemampuan Bahasa dan Sastra Jawa Anak Muda Mulai Luntur


SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL – Tergerus oleh berbagai pengaruh budaya luar mengakibatkan bahasa dan sastra Jawa di kalangan pelajar kini semakin luntur. Kondisi yang sangat memprihatinkan ini mendapat respon positif Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul.
 
Upaya yang dialkukan diantaranya dengan pendampingan terhadap siswa sekolah yang masih kesulitan dalam memahami bahasa dan sastra Jawa. "Kita terus berupaya meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahasa dan sastra Jawa," kata Sigit Pramudyanto, Kepala Bidang Sejarah, Bahasa, dan Sastra, Kundha Kabudayan Gunungkidul, ketika ditemui di sela pelatihan geguritan dan maca cerkak di Wonosari, Jumat (18/9/2020).
 
Dia mengakui, sekarang ini sebagian besar siswa kurang begitu memahami kosa kata dan sastra. Untuk itu Kudha Kabudayan Gunungkidul bersama guru mata pelajaran Bahasa Jawa yang ada pada sekolah di seluruh tingkatan, terus memberikan pengetahuan terhadap siswa.
 
Sigit mengatakan, untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahasa dan sastra Jawa, pihaknya ke depan akan membangun bengkel bahasa dan sastra di Taman Budaya tahun 2021 mendatang. Dengan cara ini nantinya para siswa akan diajak untuk belajar lebih intens memahami sastra dan bahasa.
 
Selain itu, pihaknya mengikutsertakan anak didik ikut lomba sastra Jawa. Tidak lama lagi ada 30 orang peserta didik dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK akan ikut lombak maca cerkak dan geguritan.

"Peserta yang akan ikut lomba kita beri pendampingan. Harapannya menang. Juara bukan tujuan utama, karena yang paling penting anak-anak bisa lebih memahami tentang sastra Jawa," tambahnya.
 
Salah seorang peserta, Meysa Aureliasari, siswa SDN Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, mengatakan dirinya ikut maca cerkak. Selama ini selain belajar di sekolah, dirinya aktif belajar di rumah bersama kedua orang tuanya.

"Selama ini belajar di rumah bersama orangtua, namun masih kesulitan, misalnya membedakan a jadi o," katanya sambil menambahkan dirinya sudah bisa menulis aksara Jawa yang dipelajarinya sejak kecil bersama kedua orang tuanya. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini