Jumat, 03 Des 2021,


festival-jogja-kota-2021-ruang-ekspresi-dan-apresiasi-bagi-pegiat-budayaPembukaan Festival Jogja Kota 2021 di Embung Giwangan (muhammad zukhronnee muslim/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Festival Jogja Kota 2021, Ruang Ekspresi dan Apresiasi bagi Pegiat Budaya

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta menyelenggarakan Festival Jogja Kota Yogyakarta 2021 di Embung Giwangan, 6-7 November 2021. Festival yang dilaksanakan selama dua hari ini menampilkan kreasi 45 artwork dari 45 kalurahan di Kota Yogyakarta.


Kegiatan ini dimeriahkan berbagai performance seniman dan pekerja seni dari Yogyakarta. Di antaranya Singgih Sanjaya Orchestra Feat Om Wames, Satriya Ayodya Dance, Langen Carita, Bakiak Kreasi, Kroncong R Voice, Jathilan Urban feat DJ Pras, Voice AB dan MC Battle Alit serta Trinil. Selain itu pemenang Lomba Pranatacara juga ikut hadir.

  • Saat Seniman Boneka Memasak Sebelum Manggung
  • Ketika Boneka Siap Berpesta

  • Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, saat membuka Festival Jogja Kota, Sabtu (6/11/2021), mengatakan Jogja mempunyai banyak sekali bentuk festival. Kegiatan-kegiatan seperti ini bertujuan memberikan kesempatan pada seluruh potensi yang ada di Kemantren Kota Jogjakarta khususnya untuk bisa tampil menunjukkan karakternya dan mengiringi festival Jogja kota.

    "Kita memang patut bangga untuk selalu menjadikan kebudayaan itu sebagai bagian dari kehidupan kita. Jagi bagian dari ekspresi seni budaya dan sosial. kita sehingga ini menjadi bagian dari kekuatan yang tidak kasat mata atau kekuatan tak benda yang memang dimiliki oleh Yogyakarta," lanjutnya.

  • Siswa SMAN 10 Yogyakarta Pameran di TBY
  • Delapan Kecamatan di Jogja Ini Ramah Difabel

  • Heroe melanjutkan, Jogja tidak memiliki sumber daya alam seperti daerah lain, juga tidak mempunyai sumber daya hutan, yang dimiliki hanya sumber daya manusia.

    "Sumber daya manusia inil berbeda dengan sumber daya alam dan hutan. Sumber daya alam jika dieksploitasi akan cepat habis dan hilang, tetapi jika sumber daya manusia jika kita eksploitasi akan semakin kuat dan benar dan semakin membuat banyak kreativitas pembentuk sumber daya manusia," paparnya.

    Sumber daya manusia tidak akan pernah kering, kata Heroe. Manakala kita memberikan kesempatan untuk mengeksplorasi potensi-potensinya itu di Jogjakarta. Makanya gerakan program gandes luwes adalah bagian dari bagaimana kita diajak kembali untuk menekuni segala sesuatu yang berbau seni dan budaya .

    "Setiap anak yang lulus SD harus bisa melakukan atau menyanyikan tembang atau menarikan tarian tertentu. Anak SMP juga begitu, bisa nari Nembang, juga bisa bermain musik gamelan dan segala macamnya," tegasnya.

    Kepala Disbud Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, mengungkapkan Festival Jogja Kota merupakan serangkaian acara budaya yang meliputi Lomba Cipta Ilustrasi Musik, Penguatan Citra Budaya Kota Yogyakarta, Festival Permainan Rakyat dan Pementasan Permainan Rakyat.

    "Melalui Festival Jogja Kota masyarakat juga diharapkan termotivasi untuk lebih mejiwai kebudayaan Kota Yogyakarta," ungkapnya.

    Yetti menjelaskan, Lomba Cipta Ilustrasi Musik merupakan kegiatan perlombaan hasil kreasi musik dari masyarakat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Karya musik yang diperlombakan dalam lomba ini haruslah karya musik yang mempunyai nilai-nilai pembangunan kebudayaan di Kota Yogyakarta. Diharapkan melalui kegiatam ini, initernalisasi nilai-nilai kebudayaan Jawa bisa dilaksanakan dengan maksimal.

    Sementara Festival Permainan Rakyat merupakan festival permainan tradisional anak yang diwarisi secara turun temurun. Kebanyakan permainan ini tidak diketahui asal usulnya, siapa penciptanya dan dari mana asalnya.

    "Festival ini sebagai bentuk pembinaan, pelestarian serta pengembangan kebudayaan khusunya permainan rakyat. Permainan rakyat merupakan salah satu aset budaya yang mempunyai ciri khas kebudayaan suatu bangsa dan mempunyai nilai-nilai pendidikan karakter," jelasnya.

    Yetti menambahkan, kebudayaan merupakan produk dari peradaban manusia yang secara langsung membentuk karakter dan perilaku masyarakat didalamnya. Dan keberadaan Kota Yogyakarta sebagai pusat berkembangnya kebudayaan Jawa di Pulau Jawa, tidak lepas dari upaya-upaya pelestarian dan pembinaan terhadap kebudayaan secara konsisten dan berkala.

    Masyarakat Kota Yogyakarta sebagai subjek atau pelaku kebudayaan harus berkontribusi secara nyata dalam upaya pelestarian, pembinaan dan pengembangan nilai-nilai kebudayaan. Kontribusi masyarakat sangat diperlukan dalam mendukung upaya pemajuan kebudayaan.

    Masyarakat Kota Yogyakarta sebagai pelaku utama kebudayaan di Kota Yogyakarta harus diposisikan sebagai tokoh utama dalam kegiatan-kegiatan pelestarian, pembinaan dan pengembangan kebudayaan. Festival Jogja Kota merupakan kegiatan yang mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dan berkreasi seluas-luasnya dalam koridor pemajuan kebudayaan.

    "Festival Jogja Kota kali ini memfasilitasi masyarakat dalam menyalurkan bakat dan kreatifitas seni dan budaya yang dimilikinya," ungkapnya. (adv)



    SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini