film-keramat-2-syuting-di-rumah-sakit-paling-seram-di-cirebonTalent dan Tim kreatif yang terlibat dalam penggarapan film Keramat 2, saat beramah tamah dengan wartawan dan penggemarnya di Yogyakarta (lilik sumantoro/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Film Keramat 2 Syuting di Rumah Sakit Paling Seram di Cirebon

SHARE

KORANBERNAS.ID, SLEMAN -- Sekuel film Keramat 2 karya Monti Tiwa tayang di bioskop-bioskop tanah air. Film horor berdurasi 90 menit ini mengangkat cerita dari Cirebon Jawa Barat tepatnya di Caruban.


Tradisi masyarakat Jawa sangat kental di dalam film ini, membuat penonton seolah-olah diajak ke dunia mistis sesungguhnya. Namun film ini pula syarat dengan makna.

  • Tak lagi Bersahabat, Christine Hakim Prihatin pada Ratna Sarumpaet
  • Waspadai, Terorisme Menyasar Kaum Muda

  • Di Yogyakarta, film sekuel Keramat 1 ini tayang premiere di XXI Jogja City Mall Sleman. Pemutaran perdana dihadiri para pemeran. Mereka adalah Jojo (Josephine Firmstone), Maura (Maura Gabrielle), Badriyah (Badriyah Afiff), Ute (Lutesha) serta Editor Film Keramat 1 dan 2 yakni Cesa David Luckmansyah.

    Keramat 2 : Caruban Larang mengambil seting di Caruban. Monty Tiwa sengaja memilih Cirebon sebagai lokasi karena kota ini sarat cerita-cerita sejarah Jawa. Di kota ini pula masih terdapat budaya-badaya lokal yang hingga kini masih kental diyakini masyarakat.

  • Pemain Film Ini Jadi Tumbal di Pabrik Gula Tua

  • "Di Cirebon terdapat rumah sakit paling seram yang juga dijadikan lokasi pengambilan adegan film ini," kata Cesa David Luckmansyah Editor film Keramat 1 dan Keramat 2 kepada wartwan usai nonton bareng film Keramat 2, Sabtu (26/11/2022) di Jogja City Mall Sleman.

    Selain itu lanjuyt Cesa, suasana alam pedesaan dan hutan-hutan yang masih bisa ditemui menjadi daya tarik tersendiri bagi sang sutradara untuk menjatuhkan pilihan di Cirebon.

    Dia menambahkan, rentang waktu antara Keramat 1 dan 2 memang cukup lama yakni 13 tahun. Hal itu dikarenakan Monty Tiwa ingin membuat Keramat 2 : Caruban Larang ini akan berbeda dalam menyajikan kesan horornya.

    "Dulu Pak Monty pernah mengungkapkan Keramat kita bikin, tapi saat itu masih belum terpanggil aja untuk akhirnya kita bikin. Jadi enggak mau bikin karena desakan, ini film yang harus ada rasa berontaknya sehingga lebih terasa reportase filmnya," jelas Cesa.

    Lebih jauh, Cesa mengungkapkan film horor kini kembali booming di tanah air dan Keramat 2 : Caruban Larang menjadi salah satu yang meramaikannya. Momentum ini pula yang dijadikan alasan mengapa sequel Keramat 1 baru dibuat pada tahun ini.

    Cesa menambahkan, Keramat 2 : Caruban Larang tak hanya menyajikan horor semata namun juga ada pesan yang terselip di dalamnya. Melalui film ini dia ingin mengajak penonton melestarikan budaya sehingga kesenian daerah tersebut tak hilang dimakan zaman.

    Lost dance sebenarnya itu tidak ada, intinya konteksnya banyak tarian yang terlupakan. Itu dibikin fiksi, gak boleh ditariin. Tapi pesannya masyarakat harus nerusin budaya," ungkapnya.

    Sementara Josephine Firmstone optimistis Keramat 2 : Caruban Larang akan dapat diterima pemikmat film horor di tanah air. Ia juga percaya Keramat 2 : Caruban Larang akan mengulang kesuksesan film sebelumnya yakni Keramat 1. (*)


    TAGS: film  horor 

    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini