Jumat, 03 Des 2021,


geliat-ekonomi-jogja-dalam-seni-kriya-dan-fashionSalah satu karya desainer unik milik Indria Aryanto asal Cilacap sedang diperagakan di lintasan fashion (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Geliat Ekonomi Jogja dalam Seni Kriya dan Fashion

SHARE

KORANBERNAS ID, SLEMAN -- Pandemi Covid-19 yang panjang telah membuat semua lini industri terdampak, tak terkecuali kancah fesyen. Peragaan busana hanya bisa dilakukan secara virtual. Realitas baru tersebut diakui banyak kalangan dunia mode, kurang maksimal. Kini, seiring makin landainya pandemi, acara gelar busana mulai diselenggarakan.


Salah satu peragaan busana berkualitas bertitel AIRA Fashion on The Spot 2021, akan dihelat di Hartono Mall Yogyakarta, 2-5 Desember mendatang. AIRA Fashion on The Spot 2021, salah satu rangkaian acara Pameran dan Temu Bisnis Seni Kriya 2021, yang digelar Aira Mitra Media.

AIRA Fashion on The Spot 2021 menjadi salah satu acara gelar busana penting dan harus dicatat. Karena ditangani Rumahpentas Yogyakarta, yang berpengalaman menggarap acara gelar busana besar dan berkualitas.

“Dengan mengangkat tema semua lini waktu, event ini memfokuskan peningkatan industri pasar kini dan mendatang,  tanpa menanggalkan nilai-nilai tradisional dan falsafah,” papar Dwiki Arief, Direktur Utama Aira Mitra Media disela launching acara AIRA Fashion on The Spot 2021, Rabu (20/10/2021) petang.

Dwiki melanjutkan, pihaknya mengangkat konsep yang sesuai dengan tema seni kriya, yaitu sarwakala atau semua lini waktu. Yaitu kolaborasi nilai tradisi penuh falsafah dengan kemodernan.

"Kita ingin mengkolaborasikan bahwa kita bisa memenuhi permintaan pasar tanpa harus meninggalkan nilai dari seni itu sendiri," imbuhnya.

Potensi dari produk Indonesia gak usah diragukan, lanjut Dwiki. Bahkan seni fashion dan kriya indonesia mengancam industri seni di luar negeri. Masalahnya banyak masyarakat belum melek dengan potensi yang dimiliki.

Sementara Kepala Dinas Perindustrian DIY, Aris Riyanto mengatakan bahwa perhelatan Ini merupakan titik awal bahwa jogja akan membangkitkan kembali ekonominya.

"Kegiatan ini turut memberikan kontribusi bagi sektor perdagangan, pariwisata dan kuliner," kata Dia.

Peluncuran ini dimeriahkan peragaan busana yang menampilkan 12 perancang busana papan atas Jateng-DIY.  Yaitu Sugeng Waskito (Yogya), Dadang Koesdarto (Yogya), Uzi Fauziah (Solo), Essy Masita (Yogya), Ryani Utami (Yogya), Brahm Italia (Yogya), Astrid Ediati (Klaten), Cicik Mulyaningtyas (Yogya), Mimi Kebaya (Yogya), Dhani Budidharma (Solo), Owens Joe (Sukoharjo), dan Indria Aryanto (Cilacap).

Dikoreograferi Anto Samurai dan Uyik, peragaan busana ini memberikan kesempatan bagi seniman busana, kreator, atau produsen busana melakukan branding.

"Dengan runway yang dekat penonton,  pembeli potensial akan lebih mampu meraih perhatian sekaligus mendorong penjualan," papar Tosa Santosa, pimpinan Rumahpentas.

" Ini merupakan ajang gelar busana new concept, new movement yang memberi kesempatan pelaku bisnis busana mem-branding sekaligus bertujuan transaksi," imbuhnya.

Event AIRA Fashion on The Spot 2021 direncanakan diikuti 50 perancang busana berbagai daerah. Standar tinggi selalu menjadi acuan Rumahpentas dalam menyelenggarakan acara gelar busana.

"Peragawati yang akan digunakan yang benar-benar profesional datang dari berbagai kota untuk memperagakan karya desainer di runway sepanjang 35 meter," tandasnya.(*)

 

  • Revolusi Digital Berlangsung Kejam
  • Pergelaran Macapat Massal Libatkan 250 Peserta



  • TMMD Selesai dengan Hasil Memuaskan
  • Beragam Masalah Hambat Tumbuhnya BUMDes



  • SHARE



    '

    BERITA TERKAIT


    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini