Senin, 19 Apr 2021,


geofuntrip-keseruan-petualangan-di-kawasan-karst-gombong-selatanMenyusuri sungai, salah satu trip yang dijalani peserta geofuntrip. (istimewa)


Nanang W Hartono
Geofuntrip, Keseruan Petualangan di Kawasan Karst Gombong Selatan

SHARE

KORANBERNAS.ID, KEBUMEN -- Wisata minat khusus di Geopark Karangsambung Karangbolong diminati saat pandemi Covid-19. Menyusuri karst, memetik hikmah berwisata di Kabupaten Kebumen bagian barat selatan ini.


Kawasan Karst Gombong Selatan selain menyimpan berbagai aset geologi dan ekologi, juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata berbasis alam dan petualangan.


Biro Wisata Milangkori menangkap peluang itu dengan menggelar paket wisata bertajuk Geofuntrip, sebuah kegiatan yang memadukan unsur edukasi dengan rekreasi dan petualangan di tengah alam, Minggu (14/2/2021).

Milangkori mengadakan wisata Geofuntrip yang keempat. Kegiatan kali ini berlokasi di perbukitan karst sisi timur, tepatnya di Desa Ragadadi, Rangkah dan Adiwarna yang masuk wilayah Kecamatan Buayan.


Trip diikuti 34 peserta dari berbagai kelompok usia yang berasal dari Gombong, Kebumen, Yogyakarta, bahkan Jakarta.


Menggunakan kereta wisata, rombongan dibawa ke destinasi pertama, yaitu Sendang Pelus di Desa Rogodadi. Sendang ini merupakan mata air karst yang masih terjaga hingga kini. Di sana peserta ditemui oleh Bu Sukini, penjaga sendang sekaligus perawat belasan ekor pelus yang menghuni sendang dan ruas sungai di bawahnya.


Perjalanan berlanjut ke Ragadana, kawasan penambangan batu kapur yang dilakukan penduduk setempat. Di lokasi ini peserta mendapat penjelasan lebih detail tentang terbentuknya perbukitan karst, jenis batuan dan fungsi ekologis kawasan ini. Dua nara sumber didatangkan khusus untuk sesi ini. Yakni, Munajat, kandidat doktor dari IPB, dan Deffry, peneliti dari Balai Informasi Konservasi Kebumian LIPI Karangsambung.

Sesi yang paling menantang sengaja ditempatkan di bagian akhir. Peserta diajak melakukan treking sungai dengan medan yang cukup menantang. Di salah satu bagian bahkan diperlukan tali pengaman mengingat kontur tebing yang cukup curam. Beberapa peserta cukup bersusah payah melewati rute ini sehingga memerlukan bantuan tim dan peserta lain. Namun gelak tawa dan teriakan penyemangat menjadikan suasana semakin seru.

Lelah dan tegang terbayar ketika peserta sampai di Kedung Gong, sebuah ceruk kecil dengan air terjun bertingkat. Jika semula hanya anak-anak dan remaja yang berani terjun ke air, akhirnya peserta dewasa pun tergoda menikmati kesegaran air.

Seorang peserta, Sianty Dewi, mengungkapkan kepuasannya mengikuti Geofuntrip kali ini. “Trip ini benar-benar paket komplit. Kita mendapatkan banyak pengetahuan dan wawasan baru tentang lingkungan, namun juga keseruan petualangan. Belum lagi kuliner yang disajikan tidak saja enak tapi juga sangat sehat," ujar Sianty yang datang bersama suami dan kedua putranya.

Pimpinan Milangkori Tour, Sigit Asmodiwongso, kepada koranbernas.id, Jumat ( 19/2/2021), mengungkapkan trip yang diadakan Milangkori dilakukan dengan mengangkat tiga aspek yaitu culture, nature, pople : budaya, alam dan masyarakat.

“Harapan kami, peserta yang mengikuti trip Milangkori akan terbuka wawasanya terhadap berbagai isu lingkungan dan kemudian terpanggil untuk ikut dalam gerakan konservasi lingkungan," kata Sigit yang juga pegiat heritage di wilayah Gombong.

Tim Milangkori didukung oleh beberapa pegiat wisata dan lingkungan seperti Marsinus Yosa, Irfan Barata dan Deksiano Akbar.

Sejak awal 2020, Milangkori rutin menyelenggarakan wisata alam di kawasan Kebumen, Banyumas dan Cilacap. Sekalipun terhambat pandemi, Milangkori tetap berusaha mengadakan trip dengan jumlah terbatas dengan memperhatikan protokol kesehatan. (*)



SHARE


'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini