Selasa, 24 Mei 2022,


gerakan-kasih-ramadan-2022-berakhir-di-gunungkidulPemberian cinderamata oleh GKR Bendara dalam rangka Gerakan Kasih Ramadan 2022 di Gunungkidul. (istimewa)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Gerakan Kasih Ramadan 2022 Berakhir di Gunungkidul

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Gerakan Kasih Ramadhan 2022 ditutup di Kabupaten Gunungkidul, Jumat (29/4/2022). Kali ini, Gerakan Kasih Ramadhan 2022 dilaksanakan bersama ibu-ibu dan kader pejuang edukasi kesehatan bagi ibu dan keluarga di Kabupaten Gunungkidul.


Seiring berubahnya prioritas masyarakat setelah selama dua tahun lebih dihantam pandemi Covid-19, kini kesehatan menjadi hal utama bagi masyarakat. Begitu pula kader pejuang edukasi kesehatan bagi ibu di Gunungkidul, mereka terus melakukan edukasi agar masyarakat mampu menjaga asupan gizi supaya anak tidak mengalami kasus stunting.


Bunda Duta Stunting Kabupaten Gunungkidul, Diah Sunaryanta sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Gunungkidul menyampaikan, bahwa faktor geografis Kabupaten Gunungkidul menjadi tantangan untuk percepatan edukasi terkait gizi dan pencegahan stunting.

“Namun hal itu bukan menjadi halangan bagi Tim Penggerak PKK Kabupaten Gunungkidul dalam melakukan pendataan, edukasi, serta penanganan stunting di wilayahnya,” terang Diah dalam keterangan tertulis kepada koranbernas.id, Jumat (29/4/2022).


Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Gunungkidul, Azis Saleh menyampaikan mengenai percepatan penurunan stunting di wilayahnya. Azis menyebutkan dalam SK Bupati No 66 Tahun 2022 menetapkan 30 lokus kalurahan di Gunungkidul sebagai perhatian khusus dalam penanganan stunting.

“Tentunya hal ini memerlukan kerjasama dan dukungan berbagai pihak, dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Gunungkidul,” kata Azis.

Kepala BKKBN DIY Shodiqin menyampaikan, pihaknya telah membentuk Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari Tim Penggerak PKK, Bidan, dan Tim KB dalam setiap tim yang tersebar di setiap desa. Sudah terbentuk lebih dari 1000 Tim Pendamping Keluarga di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Tim Pendamping Keluarga ini bertujuan untuk mendampingi calon pengantin agar lebih teredukasi mengenai ketahanan dan kesejahteraan keluarga, dalam hal ini tentunya mencegah terjadinya kasus stunting pada anak,” jelasnya.

Pada acara ini juga diserahkan bantuan dari Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) DIY kepada Tim Penggerak PKK Kabupaten Gunungkidul. Dengan bantuan ini diiharapankan segala upaya untuk membina dan melakukan edukasi dalam Gerakan Kasih Ramadhan dapat membantu keluarga untuk meningkatkan ekonomi dalam upaya pemenuhan gizi batita dan keluarga. (*)

 

 

 



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini