Rabu, 27 Okt 2021,


gnpkri-melaporkan-temuannya-ke-kejaksaanLokasi kantor baru BPBD Klaten. (masal gurusinga/koranbernas.id)


Masal Gurusinga
GNPK-RI Melaporkan Temuannya ke Kejaksaan

SHARE

KORANBERNAS.ID, KLATEN -- Proses tender proyek tahun 2021 di Kabupaten Klaten kembali menuai sorotan. Kali ini terkait lelang proyek pembangunan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten.


Pengurus Daerah Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Kabupaten Klaten melaporkan dugaan ketidaksesuaian tender senilai Rp 7,950 miliar tersebut ke Kejaksaan Negeri Klaten.


Ketua PD GNPK-RI Joko Mursito mengatakan dirinya melaporkan temuannya terkait dugaan perbuatan melawan hukum tersebut dengan maksud agar penegak hukum menindaklanjuti dan tender proyek dibatalkan.

Diceritakan, pada bulan Maret 2021 Bagian Layanan Pengadaan (BLP) barang/jasa Pemkab Klaten melelangkan proyek pembangunan Kantor BPBD secara online.


Ada beberapa penyedia jasa di Klaten dan luar daerah yang mendaftar. Dua di antaranya, PT Srigading Puspa Wangi, alamat Jalan Srigading Nomor 5 Klaten dengan penawaran Rp 7.591.424.000 dan PT Heri Jaya Palung Buana, alamat Jalan Kalimantan I/137 A Sinduadi Sleman dengan penawaran Rp 6.772.378.000.

Dalam perjalanannya, Pokja BLP Pemkab Klaten yang melelangkan proyek tersebut menunjuk PT Srigading Puspa Wangi sebagai pemenang tender. Sebaliknya, PT Heri Jaya Palung Buana dinyatakan gugur oleh panitia lelang dengan alasan tidak dapat menunjukkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh akuntan publik dan tidak dapat menunjukkan dokumen lain yang dipersyaratkan.

Merasa ada yang janggal ditambah lagi selisih penawaran antara PT Heri Jaya Palung Buana dan PT Srigading Puspa Wangi yang cukup besar sekitar Rp 800 juta, Joko Mursito mencoba mencari informasi ke Kantor PT Heri Jaya Palung Buana di Sinduadi Sleman.

Pada hari Senin (17/5/2021) sore sekitar pukul 16:00, Joko Mursito mengaku bertemu langsung dengan salah seorang pimpinan perusahaan tersebut. Dalam pertemuan itu, Joko Mursito menerima informasi tender proyek Kantor BPBD Klaten telah terjadi ketidakpatutan, persaingan tidak sehat, pemaksaan dan penekanan terhadap PT Heri Jaya Palung Buana.

Joko Mursito menambahkan, PT Heri Jaya Palung Buana menerima telepon dari seseorang, menekan dan menghendaki PT Heri Jaya Palung Buana mundur dari proses lelang agar proyek tersebut dikerjakan putra daerah (Klaten).

Tak terpengaruh atas tekanan dan demi menjaga nama baik perusahaan, perwakilan PT Heri Jaya Palung Buana tetap mendatangi Kantor BLP Pemkab Klaten untuk memasukkan dokumen verifikasi.

Namun usaha perwakilan PT Heri Jaya Palung Buana untuk memenangkan tender tersebut gagal setelah panitia lelang menyatakannya gugur.

Muncul pertanyaan siapa orang yang menelepon dan meminta mundur PT Heri Jaya Palung Buana dari tender proyek pembangunan Kantor BPBD Klaten? Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, sosok itu merupakan tokoh senior di daerah ini.

Sayangnya, ketika koranbernas.id mencoba konfirmasi lewat telepon dan mendatangi langsung kantornya, tidak ada tanggapan. “Bapak ada di kantor tapi sebentar lagi mau pergi,” kata salah seorang stafnya.

Di lain pihak, PT Heri Jaya Palung Buana saat dikonfirmasi melalui telepon menyatakan benar ikut tender proyek pembangunan Kantor BPBD Klaten.

Namun terkait kebijakan ada pada pimpinan. Ketika diminta nomor pimpinan yang bisa dihubungi, petugas tersebut menyarankan untuk datang langsung ke kantor.

Supriyanto selaku Pokja BLP Pemkab Klaten yang melelangkan proyek Pembangunan Kantor BPBD mengatakan pihaknya dalam melelangkan proyek sudah sesuai aturan dan normatif. "Yang dokumennya lengkap yang kami undang untuk diverifikasi," ujarnya saat dikonfirmasi.

Sementara itu pihak Kejaksaan Negeri Klaten belum bisa dikonfirmasi terkait laporan PD GNPK-RI tersebut. Pengamatan di lapangan, bekas Kantor BPBD Klaten sudah dirobohkan. Di tempat itulah kantor baru BPBD akan dibangun kembali, tentunya setelah penandatanganan kontrak kerja pada 17 Mei 2021. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini