Selasa, 24 Mei 2022,


gunungkidul-memiliki-gedung-perpustakaan-senilai-rp-10-miliarGedung Perpustakaan Daerah Gunungkidul senilai Rp 10 miliar yang diresmikan, Selasa (25/1/2022). (sutaryono/koranbernas.id)


Sutaryono
Gunungkidul Memiliki Gedung Perpustakaan Senilai Rp 10 Miliar

SHARE

KORANBERNAS.ID, GUNUNGKIDUL -- Untuk pertama kalinya, Gunungkidul memiliki gedung layanan Perpustakaan Daerah (Perpusda) senilai Rp 10 miliar. Peresmian gedung sangat megah yang terletak di jantung kota Wonosari ini dilakukan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Muhammad Syarif Bando didampingi anggota DPR RI Komisi X, Esti Wijayanti, Bupati Gunungkidul Sunaryanta dan pejabat lain, Selasa (25/1/2022).


Gedung yang dibangun dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan Subbidang Perpustakaan Daerah tahun anggaran 2021 ini, menurut Muhammad Syarif Bando,  merupakan gedung yang tugas utamanya membidangi literasi.


“Di gedung ini kami harapkan mampu menggerakkan dan mendorong masyarakat agar mempercayai bahwa transfer pengetahuan ke manusia baik secara teori dan praktik hanya melalui membaca,” katanya.

Dia yakin, budaya baca masyarakat cukup tinggi, hanya saja tidak didukung bahan bacaan yang sesuai kebutuhan masyarakat, di antaranya ketersediaan buku-buku ilmu terapan.


“Keberadaaan gedung ini juga merupakan wujud keberpihakan pemerintah pusat ke daerah untuk mempersiapkan infrastruktur pelayanan dasar bagi masyarakat, mempercepat pembangunan kabupaten, serta upaya mencapai target nasional terutama mendukung program presiden dalam hal meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” tambah Muhammad Syarif Bando.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Gunungkidul, Ali Ridlo, melaporkan gedung tiga lantai ini untuk meningkatkan minat dan kegemaran membaca masyarakat. Dengan semakin meningkatnya indeks literasi masyarakat, Ali Ridlo percaya kualitas hidup atau kesejahteraan akan semakin meningkat pula.

“Peningkatan literasi yang selama ini kami lakukan dengan cara berjejaring dan berkolaborasi dengan instansi serta kelompok masyarakat. Spirit-nya mengusung jargon Terbang Menembus Batas. Diawali oleh pendahulu, OPD kami berusaha merubah pandangan bahwa perpustakaan tak hanya sebatas sebagai tempat menyimpan, membaca dan meminjam buku,” katanya.

Perpustakaan juga sebagai tempat belajar dan berkegiatan yang berpotensi meningkatkan taraf  hidup. “Hal ini sesuai dengan program pembangunan perwujudan gedung, yakni peningkatan indeks literasi untuk kesejahteraan,” ucapanya.

Tema program yang pernah dia usung dan telah berjalan yakni Bukit Idola atau Buku, IT, Ide dan Dollar. “Maksudnya, dengan membaca buku atau internet, orang akan punya ide dan gagasan yang berpotensi menghasilkan uang, melalui pembuatan produk dengan modal pengetahuan yang dihasilkan dari membaca,” jelasnya.

Bupati Sunaryanta mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah mengalokasikan anggaran sehingga terwujud gedung perpustakaan yang sangat representatif.

“Kami berharap masyarakat Gunungkidul memanfaatkan sebaik mungkin fasilitas yang cukup baik dan lengkap ini,” pinta Sunaryanta. (*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini