Kamis, 05 Agu 2021,


hindari-pilih-kasih-ini-pesan-dprd-diy-jika-danais-untuk-covidPimpinan Komisi A DPRD DIY saat raker dengan Paniradya Kaistimewan. (istimewa)


Siaran Pers
Hindari Pilih Kasih, Ini Pesan DPRD DIY Jika Danais untuk Covid

SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA – Rencana penggunaan Dana Keistimewaan (Danais) untuk penanganan Covid-19 di Provinsi DIY rupanya perlu proses panjang.


Ini terungkap saat berlangsung rapat kerja (raker) Komisi A DPRD DIY dengan jajaran Paniradya Kaistimewan, Senin (19/7/2021), di DPRD DIY.


Pimpinan Komisi A DPRD DIY, Retno Sudiyanti,  berpesan apabila Danais nantinya digunakan untuk penanganan Covid maka suara masyarakat yang saat ini sedang membutuhkan bantuan tidak boleh terabaikan begitu saja.

“Saya sampaikan pesan dari masyarakat, jangan sampai ada ketimpangan atau kesannya tidak adil. Jangan sampai nanti membuat keresahan karena di lapangan biasanya terindikasi ada pilih kasih,” ujarnya.


Sekretaris Komisi A DPRD DIY ini menegaskan saat ini kondisi DIY butuh penanganan cepat.  Berdasarkan surat dari pemerintah pusat, disebutkan domain peruntukan danais beralih ke Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19.

“Danais inilah yang ditunggu masyarakat. Bagaimana implementasinya? Skema seperti apa? Sangat ditunggu mengingat situasi DIY percepatan angka Covid melonjak,” kata dia.

Anggota Fraksi Gerindra ini menyatakan masyarakat yang sedang isolasi mandiri (isoman) perlu dibantu dengan danais. Warga lainnya yang selama ini mendukung swadaya dan swadana akhirnya ikut terdampak, bahkan mungkin menjalani isoman.

“Sudah sangat berat  buat masyarakat. Di tempat kami sudah ada Dukuh langsung meminta Rp 2 juta ke RT untuk urunan. Karena sangat berat. Ini memang ditunggu masyarakat.  Danais secepatnya untuk penanganan Covid,” tandasnya.

Retno Sudiyanti. (istimewa)

Prinsipnya, penggunaan danais juga tidak boleh melupakan kesejahteraan masyarakat terdampak. “Mereka tidak hanya kehilangan keluarga tapi juga pekerjaan. Dampaknya bagi pedagang kaki lima pedagang kecil sangat luar biasa.  Mereka sekarang tidak berjualan. Saya harap bisa untuk peningkatan ekonomi. Tolong danais ini bisa sampai tingkat RT. Covid harus dihentikan. Ekonomi harus bangkit,” kata Retno Sudiyanti.

Merespons itu, Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho, mengaku merasa heran Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang penggunaan danais untuk penanganan Covid tidak sampai  ke instansinya terlebih dahulu.

“Kenapa kok tidak disampaikan ke kami, kami tahunya dari sosmed. Kenapa kami tidak langsung mendapatkan dulu. Apakah ini benar suratnya? Kami klarifikasi hari Sabtu tanggal 10 Juli pas libur itu, setelah sore mendapatkan kiriman surat edaran,” ungkapnya.

Dijelaskan, dasar hukum penggunaan danais untuk penanganan pandemi akan dilakukan melalui perubahan PMK. DPRD DIY bersama Pemda DIY akan membahas masalah ini melalui rapat Badan Anggaran.

“Kami prosesnya menunggu. Bukan kami tidak percaya kondisi riil tetapi kami perlu persiapan. Kami masih menuggu. Kami tidak mungkin melakukan dulu sebelum PMK ini muncul. Bolehkah kami melakukan perubahan atau seperti biasa perubahan kemudian dikoreksi? Belum ada jawaban. Draft masih di meja Bu Menteri,” kata dia. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini