hobi-main-bola-besi-berbuah-prestasiAnak didik Doplang Pentaque Club (DPC) memamerkan medali dan piagam penghargaan Pentanque Open Tournament 2022 di Kudus. (wahyu nur asmani ew/koranbernas.id)


Wahyu Nur Asmani EW
Hobi Main Bola Besi Berbuah Prestasi

SHARE

KORANBERNAS.ID, PURWOREJO -- Olahraga bola petanque (baca petangki) atau bisa disebut bola besi saat ini di Jawa Tengah sudah masuk sebagai salah satu cabang olahraga yang dilombakan pada Pekan Olahraga Daerah (Popda) atau Pekan Olahraga Provinsi (Poprov). Olahraga tersebut saat ini pun banyak peminatnya.


Ini bisa dilihat pada pecinta petanque tergabung dalam Doplang Petanque Club (DPC). Klub ini terus dibanjiri anggota untuk berlatih.


Di lapangan bola besi depan rumah pelatih Dwi Santoso RT 02 RW 02 Kelurahan Doplang, setiap sore hari asal tidak hujan, terlihat anak-anak sedang berlatih. Klub ini telah banyak menorehkan prestasi.

Sebut saja, Avika Dwi Utari Cahyaningtyas (7) yang berhasil menyabet Petanque Open Tournament 2022 di Kudus, Juara 1 Dobel untuk Usia 12.


Anak nomor dua pasangan Tri Sutanto dan Ari Wahyanti itu awalnya hanya melihat kakaknya bermain. Lama kelamaan Vika, sapaan akrabnya, punya minat bermain petanque. Berkat latihan yang serius akhirnya Vika berhasil menorehkan prestasi.

Selain Juara 1 Dobel di Petanque Open Tournament 2022 di Kudus, pada kejuaraan sebelumnya Vika menjadi Juara 1 dobel Popda  Kabupaten Purworejo, yang diselenggarakan di Warung Makan Bogowonto.

Menariknya Vika saat masih TK sudah turut serta berlatih petanque, hingga saat ini kelas 2 SDN Pangen Gudang Purworejo.

"Saya akan terus berlatih menggeluti olahraga bola petanque sampai besar. Saya ingin prestasi petanque bisa membawaku masuk sekolah favorit," ujar gadis kecil yang bercita-cita menjadi  Polisi Wanita (Polwan) itu.

Sedangkan Nihaya Amara Alfi Zikriya (12) juga memiliki banyak prestasi di dunia petanque. Baru-baru ini Niha,  nama pendeknya, berhasil menyabet dua kategori Petanque Open Tournament 2022 di Kudus, yaitu Juara 1 Dobel dan Juara 3 Single.

Anak nomor dua pasangan Muhammad Rizqon Afif dan Ardiyarini ini mengaku sudah dua tahun lebih berlatih.

"Awalnya saya cuma melihat teman-teman latihan yang diasuh oleh Pak Santoso, lama-lama saya tertarik. Saya banyak mengikuti perlombaan (turnamen) bola petanque dan berhasil membuahkan prestasi," jelas Niha kepada koranbernas.id, Sabtu (2/7/2022).

Dia saat mendaftarkan ke SMPN 1 menggunakan jalur prestasi. "Alhamdulilah dengan prestasi petanque saya bisa diterima di SMPN 1 Purworejo. Di zona jalur prestasi saya mendapat urutan ke-31," jelas remaja yang bercita-cita menjadi dokter itu.

Pada kejuaraan Popda Kabupaten Purworejo yang diselenggarakan di Warung Makan Bogowonto bersama   Vika meraih juara 1 dobel putri.

Masih banyak lagi piagam penghargaan dan medali dari berbagai turnamen lokal maupun nasional.

Begitu pula, Farrosa Diva Ayu 'Suni Aini (12) siswi kelas 6 SDN Doplang sudah beberapa tahun menggeluti olahraga petanque.

Putri pasangan Suradji dan Kristiana itu awalnya cuma melihat-lihat permainan petanque, lama kelamaan berminat.

"Awalnya saya hanya melihat saja, kemudian ikut berlatih kok seru dan asyik. Selanjutnya saya serius berlatih bola petanque," ujar Diva, nama panggilannya.

Diva dan teman se-klub konsisten berlatih petanque sehingga berbagai prestasi mampu diraih pada Petanque Open Tournament 2022 di Kudus.

Pada kejuaraan bola Petanque Popda Kabupaten Purworejo di WM Bogowonto Diva berhasil menyabet juara 1 Single, dan juara 3 Doble.

"Saya akan terus melanjutkan berlatih. Agar saya bisa berprestasi untuk menunjang saat saya melanjutkan sekolah idaman yaitu SMPN 1 Purworejo," ujar siswa SD Doplang yang bercita-cita menjadi dokter ini.

Galank Putra Permana (11) siswa SDN Sindurjan, naik kelas 6, merupakan atlet Bola Petanque sekitar dua tahun. Dia setiap hari rutin latihan di bawah bimbingan pelatih Dwi Santoso.

Galank berhasil meraih banyak prestasi. Pada Petanque Open Tournament 2022 di Kudus berhasil menjadi juara 2 single. Sebelumnya pada Popda bola petanque Kabupaten Purworejo, dia mendapat juara 2 single dan juara 2 dobel.

Anak pertama pasangan Tri Sutanto dan Ari Wahyanti ini bertekat akan terus berlatih. "Saya berharap Prestasi di bola petanque bisa membantu masuk ke SMPN 1 Purworejo melalui jalur prestasi," ujar Galank yang bercita-cita menjadi TNI.

Pendiri sekaligus Pelatih Doplang Petanque Club (DPC) Dwi Santoso mengatakan dirinya sebagai seorang altet bola petanque berusaha menularkan ilmunya kepada anak-anak di sekitar rumah.

"Saya sengaja melatih anak-anak untuk bermain bola petanque. Agar anak-anak memiliki kegiatan positif, syukur-syukur bisa mencetak prestasi," jelas Santoso.

Selama di DPC, anak didiknya banyak yang menggunakan prestasi petanque untuk mencari sekolah favorit, baik lulusan SD masuk ke SMP maupun lulusan SMP menuju SLTA.

"Saya menekankan anak-anak konsisten latihan. Kalau latihan setiap hari, saat pertandingan lebih siap," sebutnya.

Anak-anak latihan pagi, siang dan sore. Saat pertandingan Petanque Terbuka Dulongmas 2021, anak didiknya untuk kelompok tripel berhasil menaklukkan Kebumen. Padahal klub Kebumen tersebut terkenal bagus.

"Saya sendiri saat pertandingan open petanque di Batang berhasil meraih medali emas. Yang penting rajin dan terus berlatih," ujarnya.

Pihaknya menyiapkan anak didiknya untuk maju Poprov pada pertengahan bulan Juli mendatang serta bertanding pada Surabaya Terbuka Petanque yang diadakan Rektor Universitas Surabaya (Unes), juga pada bulan Juli ini. (*)


TAGS: petanque  Purworejo 

SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini