Jumat, 03 Des 2021,


inalac-business-forum-momentum-pemulihan-ekonomi-pasca-pandemiMenlu RI, Retno Marsudi. (istimewa)


Sholihul Hadi
INA-LAC Business Forum Momentum Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

SHARE

KORANBERNAS.ID, JAKARTA – Pertemuan Forum Bisnis Indonesia dengan Amerika Latin dan Karibia tahun 2021 (INA-LAC Business Forum 2021), menjadi momentum strategis untuk pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.


Pada pertemuan tahunan yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) tersebut, Indonesia bersama 33 negara di kawasan Amerika Latin dan Kepulauan Karibia sepakat mengoptimalkan potensi bisnis dan mendorong peningkatan ekspor Indonesia serta meningkatkan investasi.


Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, Jumat (15/10/2021), saat menghadiri acara itu menekankan pentingnya mengadaptasi teknologi ke dunia pendidikan pada masa yang penuh tantangan ini.

Di hadapan 70 peserta luring, 7.245 peserta virtual terdiri dari duta besar negara Amerika Latin dan Karibia di Jakarta serta Dubes RI di negara masing-masing, Nadiem menyampaikan teknologi telah menjadi kebutuhan.


Melalui penerapan program Merdeka Belajar atau Emancipated Learning, Kemendibudristek mendukung guru mengadaptasi pembelajaran secara daring. “Kemendikbudristek telah mengalokasikan anggaran untuk program Digitalisasi Sekolah,” ujarnya pada sesi Diskusi Panel III bertema "How Covid-19 Pandemic Shapes the Future of Innovation and Technology".

Pada pertemuan dengan tema utama Indonesia and Latin America and the Caribbean Partnership: Recover Together, Recover Stronger kali ini, Mendikbudristek menjelaskan dua inisiatif utama program digitalisasi sekolah yaitu distribusi perangkat Teknologi Informasi (TI) ke sekolah dan pengembangan platform digital pendidikan secara gratis.

“Pada awal pandemi, sekolah ditutup untuk menghentikan penyebaran Covid-19, hal ini menandai pergeseran dan proses adaptasi ke arah pembelajaran jarak jauh namun dalam situasi yang sangat sulit,” ucapnya.

Menurut dia, pembelajaran daring secara penuh adalah hal baru bagi seluruh guru di dunia, khususnya mereka yang tinggal di daerah terpencil. Betapa sulitnya proses transisi perubahan ke arah pembelajaran jarak jauh tersebut.

Dalam kesempatan itu Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi, menyatakan komitmennya memperkuat kerja sama ekonomi dengan negara-negara di kawasan tersebut.

Penguatan itu mencakup tiga elemen yaitu interaksi pebisnis melalui platform digital yang dibuat oleh Kemlu, memperdalam kerja sama dalam industri kreatif, digital ekonomi dan konektivitas serta menjalin kemitraan dalam pengembangan ekonomi hijau melalui teknologi rendah karbon. (*)

 



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini