indria-aryanto-ubah-besi-kiloan-menjadi-karya-fashion-kelas-dunia Penampilan karya-karya Indria Aryanto dalam Aira Fashion on The Spot di Jogja City Mall (muhammad zukhronnee ms/koranbernas.id)


Muhammad Zukhronnee Muslim
Indria Aryanto Ubah Besi Kiloan Menjadi Karya Fashion Kelas Dunia

SHARE

KORANBERNAS.ID,YOGYAKARTA - Kreatifitas desainer busana atau fashion desainer Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Tampak dalam perhelatan Aira Fashion on The Spot (AFoTS) yang merupakan rangkaian Pameran Seni Kriya 2022, puluhan fashion desainer menampilkan karya-karya kelas dunia.


Selain menampilkan desain busana-busana terbaru, teknik dan kombinasi yang kreatif beberapa desainer juga telah berpikir tentang karya yang ramah lingkungan. Bagaimana pun, isu sampah fashion dunia harus menjadi tanggungjawab bersama termasuk desainer.


Indria Aryanto adalah satu diantara para desainer yang konsen terhadap isu lingkungan. Sebagai desainer yang tampil dalam deretan penutup perhelatan AFoTS selama 4 hari, kali ini Indria menampilkan desain-desain dengan kombinasi bahan recycle atau daur ulang.

"Kali ini Iron [besi] yang saya angkat, karena kebanyakan kayak gitu hanya di-kilo-kan. Dan ternyata nggak hanya daun saja yang bisa kita olah menjadi karya fashion, tetapi berbagai macam recycle plastik ataupun iron yang bisa kita olah untuk menjadi bahan yang kelasnya bisa naik dan dihargai," paparnya Indria Aryanto usai perhelatan AFoTS, Minggu (20/11/2022) di Jogja City Mall.


Indria menambahkan batik dan tenun agar bahan tradisional juga bisa berpadu dengan bermacam recycle plastik maupun iron yang ia bentuk.

"Beberapa proses pembuatan karya ini memakan waktu cukup lama, Untuk aksesoris bisa sampai berbulan-bulan. Kalau pakaian, kainnya 1 sampai 2 bulan akan tetapi untuk menjahitnya, satu minggu bisa jadi," imbuhnya.

"Kayu-kayu yang limbah ini kita bikin tas dibentuk labu-labu , ada yang dibentuk kacang juga. Itu simbol biar orang nggak lupa sama kulitnya," lanjut desainer asal Cilacap ini.

Lebih lanjut Indria menjelaskan bahwa karyanya kali ini dipersembahkan khusus buat para sahabat yang telah mendukungnya.

"Bagaimanapun saya bukan siapa-siapa tanpa dukungan dari mereka. Penghargaan ini untuk mas Tossa Santosa yang selalu menerima setiap kekurangan kami. Plus minus kita mungkin ada salah tetapi selalu dengan tanpa pamrih membimbing kami semua," kata dia.

Hidup harus berjalan, lanjut Indria, kita tidak boleh menyerah hanya karena satu hal plus minus di depan panggung. Kalau kita sudah komitmen maju apapun yang terjadi di belakang kita tetap maju.

"Kalau kita tarik benang mundur ke belakang, saya datang ke sini dulu kebetulan dan sebenarnya tidak benar-benar berniat untuk kita terjun sampai sejauh ini. Akan tetapi, berkat Tossa Santosa yang sudah support kita sebagai desainer, ternyata iseng-iseng berhadiah itu membuat saya sampai di titik sekarang ini," paparnya.

"Semoga event ini akan ada terus, karena dari nol saya melangkah dari sini, semoga selamanya sampai anak cucu kita," kata dia.

Untuk saat ini Indria sedang berfokus bagaimana tenun ini khususnya Jawa Tengah ini bisa go internasional. Saat ini dia tengah berproses untuk supply ke Turki dan Singapura.

"Harapan Kita semoga bisa diterima pasar sana. Meskipun dengan alat tradisional tidak kalah dengan mesin," tegasnya.(*)



SHARE
'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini