Rabu, 27 Okt 2021,


ini-cara-perempuan-tangguh-hadapi-pandemi“Festival Cita rasa Masakan Khas Projotamansari” di Kolam renang Tirtatamansari, Bantul, Jumat (4/12/2020) siang. (Sariyati Wijaya/koranbernas.id)


Sariyati Wijaya
Ini Cara Perempuan Tangguh Hadapi Pandemi

SHARE

KORANBERNAS.ID,BANTUL  --  Pandemi Covid-19 sudah memasuki bulan ke 9. Berbagai sektor terimbas, termasuk tentunya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner. Kondisi tersebut hendaknya jangan menjadikan  pengusaha kuliner berputus asa, namun tetap harus bersemangat, mencari inovasi agar usahanya tetap bisa bertahan.


“Salah satunya dengan inovasi masakan, tampilan masakan yang bagus serta bisa memanfatkan media sosial untuk melakukan pemasaran,” ujar Kepala Dinas Koperasi,UKM dan Peridustrian  Kabupaten Bantul, Drs Agus Sulistiyono dalam “Festival Cita rasa Masakan Khas Projotamansari”  di Kolam renang Tirtatamansari, Bantul, Jumat (4/12/2020) siang.


Acara dalam rangka 10 tahun Dyah Novie’s Project (DNP) dan 1 tahun Ikatan Pengusaha Aisyiyah (Ipas) Kabupaten Bantul tersebut diikuti 80 peserta. Mereka mengikuti lomba untuk olahan Miedes, Bakmi Pecel,Gudeg  Manggar, Ingkung, Mangut lele,  Sate klatak serta Mie lethek.

Menurut Agus, pandemi ini memukul banyak sektor termasuk UMKM di bidang kuliner. Tetapi jangan putus asa, para pelaku usaha kuliner tetap harus bersemangat dengan terus berkreasi  dan inovasi olahan sehingga lebih menarik konsumen.


“Juga manfaatkan media sosial ataupun penjualan secara online guna mensiasati situasi yang ada karena saat ini memasarkan produk secara digital menjadi salah satu strategi mengembangkan pemasaran dan mampu menjangkau masyarakat secara luas,” paparnya.

Sementara Dyah Heningtyas Noviani SH selaku founder DNP mengatakan  acara ini diharapkan semakin memperkenalkan  kuliner Bnatul secara luas.  Apalagi untuk juri juga diambilkan dari berbagai kalangan termasuk dari jurnalis dan juga pegiat media sosial termasuk blogger sehingga diharapkan kuliner Bantul bisa ikut di publikasikan secara luas.

“Dalam situasi pandemi, para ibu ini termasuk yang mampu ‘berperang’ dan bertahan dengan keadaan yang ada. Mereka berinovasi agar usaha kuliner yang mereka geluti tetap bertahan. Salah satunya dengan pemasaran secara online,”kata Novi. Sehingga  mereka tetap bisa eksis kendati dalam keterbatasan.

“Dan hari ini mereka yang mengikuti lomba semua adalah kaum perempuan. Mereka terbukti tangguh di situasi yang sulit seperti Pandemi Covid-19,”tambah Novi. Dirinya berharap dengan adanya festival , juga semakin menggairahkan masyarakat untuk mencintai kuliner lokal  sehingga mampu menggerakan ekonomi di masa pandemi. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini