Rabu, 20 Jan 2021,


jamin-keamanan-sni-wajib-meningkatkan-kualitas-produk-dalam-negeriSalah satu produk Miyako yang mendapatkan sertifikat SNI dari BSN. (yvesta putu ayu/koranbernas.id)


Yvesta Putu Ayu Palupi

Jamin Keamanan, SNI Wajib Meningkatkan Kualitas Produk Dalam Negeri


SHARE

KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA -- Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk beragam produk buatan dalam negeri Indonesia adalah sebuah kewajiban untuk menjamin kualitas dan keamanan saat dipasarkan ke publik. Tak hanya label SNI, saat ini Badan Standardisasi Nasional (BSN) pun mulai menerapkan SNI Wajib dari sisi Keamanan, Kesehatan, Keselamatan manusia dan Lingkungan (K3L).

Pemberlakukan SNI Wajib ini sesuai dengan UU Nomor 20 Tahun 2014 Tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian. Sesuai UU ini, Kementerian/Lembaga Pemerintan Non Kementerian berwenang menetapkan pemberlakuan SNI secara wajib berkaitan dengan kepentingan keselamatan, keamanan, kesehatan atau pelestarian fungsi lingkungan hidup.

  • Glory 580 Mengaspal di Jogja
  • Produk Kuliner Unik Tampil di Hartono Mall

  • Selain itu juga mengacu pada PP 34 Tahun 2018 tentang Sistem Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian. Dalam PP ini disebutkan pemberlakuan SNI secara wajin harus didahului dengan mempertimbangkan hasil analisis dampak regulasi.

    Sejumlah Kementerian RI pun memberlakukan SNI Wajib. Jumlah SNI yang telah diregulasi di Kementerian Perindustrian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineralm Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Komunikasi dan Informasi mencapai 238. Sedangkan jumlah SNI yang sudah dinotifikasi mencapai 137 hingga Oktober 2020.

  • Ada Pasar Lelang Cabai di Dusun Bunder
  • Masih Transaksi Pakai Uang Tunai? Tak Perlu Khawatir

  • BSN sejak 1988 hingga September 2020 sudah memberikan sertifikat SNI pada 13.308 produk dan jasa. Mulai dari sektor Pertanian dan Teknologi Pangan, Elektronik, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Konstruksi, Teknologi Perekayasaan, Umum, Infrastruktur dan Ilmu Pengetahuan, Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan, Teknologi Bahan, Teknologi Khusus hingga Tranportasi dan Distribusi Pangan.

    Kepala BSN, Kukuh S Achmad dalam satu kesempatan di Yogyakarta beberapa waktu lalu mengungkapkan, tren sertifikat SNI wajib semakin meningkat. Bahkan di masa pandemi Covid-19, kesadaran pelaku usaha untuk mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikat SNI juga terus bertambah setiap bulannya.

    Dari catatan BSN, 60 persen pendaftaran SNI pada sektor Teknologi Bahan. Sedangkan 20 persen dari Elektronik, Teknologi Informasi dan Komunikasi.

    Teknologi Khusus serta Pertanian dan Teknologi Pangan masing-masing mencatatkan 8 persen. Sebanyak 4 persen lainnya dari sektor Umum, Infrastruktur dan Ilmu Pengetahuan.

    "Tuntutan perlindungan bagi konsumen semakin menguat apalagi konsumen butuh jaminan keamanan, keselamatan, kesehatan dan kualitas," ungkapnya.

    Sementara salah satu perusahaan dalam negeri yang hingga saat ini aktif mendaftarkan sertifikat SNI dan SNI Wajib adalah PT Kencana Gemilang yang memproduksi Miyako. Sejak memproduksi pada 1997 silam, sudah 20 produk mereka mendapatkan sertifikat SNI dan SNI Wajib.

    Mulai dari kipas angin, penanak nasi, blender, dispenser, mixer, setrika listrik, rice box, regulator tekanan rendah, selang karet regulator, kompor komersil, kompor gas satu tungku, pengering rambut, pengejus, pemanggang roti, pensteril botol pembuat kopi, penanak lambat yang mendapatkan SNI hingga 2015. Sedangkan selang gas TPE, regulator tekanan tinggi hingga yang terakhir kompor gas dua tungku mendapatkan SNI Wajib hingga 2018.

    Perusahaan tersebut telah tersertifikasi dan secara kontinu menerapkan ISO 9001 : 2008 sejak tahun 2009. Sehingga menjamin stabilitas mutu produk yang dihasilkan. Sejumlah organisasi telah secara aktif membantu sertifikasi SNI wajib untuk perusahaan luar negeri. Contohnya Tianju Electrical Co untuk Powercord. (*)



    SHARE
    '

    BERITA TERKAIT

    Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

    Tulis Komentar disini