Kamis, 21 Okt 2021,


kadin-dan-dinkop-mengurasi-umkm-kulonprogo-untuk-pasar-ekspor-Kurasi produk UMKM Kulonprogo yang berkualitas ekspor di Aula Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Selasa (14/9/2021) siang. (anung marganto/koranbernas.id)


Anung Marganto
KADIN dan Dinkop Mengurasi UMKM Kulonprogo untuk Pasar Ekspor

SHARE

KORANBERNAS.ID, KULONPROGO -- Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop-UKM) Kulonprogo bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY dan Kulonprogo mendukung berkembangnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kulonprogo. Kolaborasi terus dibangun agar UMKM Kulonprogo mampu merambah pasar ekspor di tengah pandemi Covid-19.


Kepala Diskop UKM Kulonprogo, Sri Harmintarti, mengatakan kolaborasi tersebut sangat penting untuk berjuang dalam berbagai aspek, mulai dari kesehatan, sosial, dan ekonomi.


“Pemkab Kulonprogo terus melakukan upaya terbaik, agar tidak ada guncangan ekonomi terlalu parah. Ini momentum baik dalam melakukan kurasi produk UMKM Kulonprogo berkualitas ekspor,” ucap Harmintarti di sela kurasi produk UMKM Kulonprogo yang berkualitas ekspor di Aula Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo, Selasa (14/9/2021) siang.

Sedangkan Waketum bidang UMKM KADIN DIY, Hermawan Ardiyanto, mengatakan produk UMKM Kulonprogo mampu bersaing di tingkat global. Hal tersebut terwujud berkat sinergi antara pemerintah dan KADIN selaku mitra penting dari pemerintah.


“Mari kita bersama-sama berjuang menghadapi pandemi, termasuk pemulihan ekonomi bersama-sama mengatasi dampak yang banyak menghantam UMKM,” kata Hermawan.

Untuk itu KADIN DIY bersama KADIN Kulonprogo dan Diskop–UKM Kulonprogo telah merancang beberapa kegiatan. Pertama, kurasi produk yang menjadi andalan di Kabupaten Kulonprogo seperti anyaman dan handicraft.

Saat ini sedang dilakukan kurasi produk anyaman serat alam di Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo untuk tujuan ekspor ke USA. Dalam setiap kegiatan kurasi dilkukan market breafing secara rutin untuk memberikan gambaran perkembangan dinamika pasar agar pelaku UMKM dapat menyesuaikan.

Kedua, mendorong UMKM untuk aktif masuk dalam pasar globar melalui marketplace yang lazim sudah digunakan pada saat ini seperti Amazon, google, FB, dan sebagainya. Pelaku UMKM akan didampingi dengan pengetahuian teknis tentang bagaimana mengelola akun-akun bisnis di media-media marketplace.  

KADIN juga akan bekerja sama dengan banyak business agregator untuk mempercepat tumbuhnya pasar UMKM DIY di kancah internasional. Dalam kesempatan perdana ini KADIN menggandeng PT Yhoshugi Putra Mandiri untuk memberikan materi kepada para pelaku UMKM. Ke depan Yoshugi akan mendampingi mitra UMKM dalam mengeskpor melalui airfreight ke gudang Amazon.

Ketiga, bantuan biaya pengiriman. Saat ini pengiriman barang masih menggunakan kargo udara/airfreight sehingga relatif mahal. Ke depan KADIN akan mendorong pengiriman menggunakan kargo laut/seafreight dalam jumlah besar dengan pengelolaan bersama sehingga pengiriman akan lebih murah. Biaya ongkos kirim di dukung melalui dana keistimewaan DIY.

Selain itu, KADIN DIY dengan bantuan dari Pemda DIY melalui Diskop–UKM DIY, juga masih memfasilitasi bantuan ongkos kirim bagi UMKM Mitra Markethub SIBAKUL JOGJA untuk pengiriman ke seluruh Indonesia. Dalam hal ini sudah dilakukan kerjasama dengan beberapa ekspedisi jasa ongkos kirim, seperti: GRAB, GOJEK, KiriminAja, dan PT Pos Indonesia.

Keempat, bantuan marketing material. Saat ini UMKM belum semua siap dengan dengan marketing material yang dibutuhkan untuk memasuki pasar internasional. Untuk itu, KADIN menyiapkan bantuan teknis pembuatan katalog produk dan website untuk 100 UMKM di DIY sampai dengan akhir tahun 2021. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini