Jumat, 03 Des 2021,


kemendikbudristek-melayani-vaksinasi-masyarakat-adatLayanan vaksinasi Kemendikbud Ristek untuk masyarakat. (istimewa)


Sholihul Hadi
Kemendikbudristek Melayani Vaksinasi Masyarakat Adat

SHARE

KORANBERNAS.ID, BANTEN – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Direktorat Jenderal Kebudayaan, akan memfasilitasi layanan vaksinasi bagi masyarakat adat di Kabupaten Lebak Banten.


Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Kemendikbud Ristek, Sjamsul Hadi, menyatakan inisiatif pemberian vaksin dipersiapkan melalui rapat koordinasi yang melibatkan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah terkait dan LSM.


Semua pihak saling bekerja sama seperti Pemerintah Kabupaten Lebak, Mandalawangi, Persatuan Urang Baduy (PUB), Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. “Pemberian vaksin bagi masyarakat adat mendapat respon yang positif dari berbagai pihak terkait,” ujarnya, Senin (18/10/2021).

Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang tergabung dalam Tim Koordinasi layanan advokasi bagi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan YME dan masyarakat.


Sjamsul mengakui, pandemi Covid-19 berdampak luas terhadap masyarakat, tidak terkecuali masyarakat adat. Kelompok ini dianggap rentan terhadap penularan karena interaksi mereka dengan orang- orang yang kerap keluar-masuk ke lingkungan mereka.

Vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk memastikan agar masyarakat atau komunitas adat serta generasi penerusnya, mampu bertahan dari pandemi untuk beraktivitas dalam kesehariannya khususnya dalam menjaga wilayah adat.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim memberikan apresiasi atas langkah-langkah yang dilakukan oleh jajarannya.

Vaksinasi kepada masyarakat adat diharapkan dapat memutus rantai dan mencegah penyebaran Covid-19. Ini merupakan salah satu upaya pemenuhan hak-hak masyarakat adat sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)



SHARE



'

BERITA TERKAIT


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Tulis Komentar disini